KILAS INTERNASIONAL

Nasib Nelayan WNI Diculik Hingga Presiden Chile Tolak Mundur

CNN Indonesia | Kamis, 07/11/2019 08:42 WIB
Nasib Nelayan WNI Diculik Hingga Presiden Chile Tolak Mundur Ilustrasi penyanderaan. (Istockphoto/ Sakhorn38)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Rabu (6/11) kemarin. Mulai dari nasib nelayan WNI yang diculik hingga presiden Chile menolak mundur. Semua dirangkum CNNIndonesia.com dalam kilas internasional.


1. Kelompok Penyandera Nelayan WNI di Filipina Berganti

Sebanyak tiga nelayan Indonesia yang diculik dan disandera saat melaut di perairan Pulau Tambisan, Lahad Datu, Sabah, Malaysia, pada 23 September lalu dilaporkan masih ditawan. Namun, menurut laporan mereka saat ini berada dalam cengkeraman kelompok lain yang bersembunyi di Indanan, Pulau Jolo, Provinsi Sulu, Filipina.


"Saya mendapat informasi kalau tiga nelayan asal Indonesia yang ditawan sudah berpindah tangan dari Salip Mura kepada kelompok lain yang dipimpin Apo Mike," kata Konsul Jenderal Indonesia di Sabah, Krishna Djaelani, seperti dikutip dari Daily Express, Rabu (6/11).

Menurut Djaelani, kelompok penyandera mengontak keluarga sandera dan meminta tebusan sebesar PHP300 juta (sekitar Rp83 miliar). Salip Mura dan Apo Mike adalah pemimpin kelompok bersenjata yang bernaung di bawah bendera Abu Sayyaf.


2. Polusi Kian Parah, Taj Mahal Dipasangi Alat Pembersih Udara

Polusi udara New Delhi dilaporkan semakin parah dalam beberapa waktu terakhir, bahkan levelnya tiga kali lipat melampaui Beijing. Dalam tiga tahun terakhir, polusi udara kali ini tercatat sebagai yang terparah yang terjadi di ibu kota India.

Taj Mahal, salah satu bangunan ikonis tak luput dari musibah ini. Dua unit mobil khusus pembersih udara (air purifier) sengaja diparkir di dekat Taj Mahal untuk membersihkan udara di lokasi sekitarnya.

[Gambas:Video CNN]

3. Kontes Kecantikan Dikritik karena Sebut Malaysia 'Republik'

Netizen Malaysia mengkritik kontes kecantikan Miss Crystal Angel International 2019 di Myanmar karena menambahkan kata Republik untuk negara mereka, menjadi 'Republik Malaysia'.

Seperti dikutip dari Straits Times, ada dua kontestan dari Malaysia yang mengikuti ajang tersebut. Kontes yang digelar Senin (4/11) itu menyebut satu peserta dengan Miss Malaysia, dan satu lagi Miss Republic of Malaysia.

Setelah diserang habis-habisan oleh warganet di media sosial, penyelenggara akhirnya meminta maaf. Lewat akun Facebook resmi, penyelenggara menyatakan telah mengubah semua penggunaan "Republik Malaysia" menjadi "Borneo".

"Kami dari penyelenggara Miss Crystal Angel International Myanmar 2019 meminta maaf kepada warga Malaysia karena kesalahan telah menyalahgunakan nama Republik Malaysia," kata pernyataan itu.


4. Chile Masih Rusuh, Presiden Pinera Menolak Mundur

Presiden Chile, Sebastian Pinera, menyatakan tidak akan mengundurkan diri dari jabatannya meski terus ditekan oleh massa pengunjuk rasa. Demonstrasi mendesak pemerataan kesejahteraan dan pemberantasan korupsi yang berakhir rusuh di negara itu sudah berlangsung selama tiga pekan.

"Tidak. Ini adalah masalah yang terakumulasi selama 30 tahun lalu. Saya bertanggung jawab atas sebagian masalah itu, tetapi saya bukan satu-satunya," kata Pinera dalam wawancara dengan BBC, seperti dikutip AFP, Rabu (6/11).

[Gambas:Video CNN]

Pinera menyatakan tetap berkeras mempertahankan status darurat nasional di Chile. Namun, dia berjanji bakal menyelidiki dugaan kekerasan yang dilakukan polisi terhadap demonstran dan masyarakat.

"Banyak pengaduan tentang sikap yang berlebihan oleh polisi dan saya menjamin hal itu akan diselidiki. Tidak akan ada impunitas," kata Pinera. (ayp/ayp)