Jadi Pintu Penyelundupan Kokain, Prancis Tutup Pantai

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 14/11/2019 14:38 WIB
Jadi Pintu Penyelundupan Kokain, Prancis Tutup Pantai Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Charles Platiau)
Jakarta, CNN Indonesia -- Prancis menutup sejumlah pantai di barat daya setelah diketahui menjadi pintu penyelundupan kokain murni.

Jaksa penuntut umum,Philippe Astruc mengungkapkan sejak Oktober lalu ada lebih dari 1.000 kilogram paket kokain yang secara misterius diselundupkan melalui pantai-pantai di Prancis. Hanya berselang dua hari, temuan penyelundupan kokain murni melonjak dari sebelumnya seberat 763 kilogram.

Pada Senin (11/11) seorang anak berusia 17 tahun ditangkap setelah tertangkap membawa 5 kg kokain di sebuah pantai di Lacanau. Sebelumnya kepolisian juga baru mengamankan paket kokain dari seorang pejalan kaki.


Yang terbaru paket lima kilogram kokain kembali ditemukan di Camaret-sur-Met di barat Brittany.

"Ini kargo yang sama. Kita akan tetap menemukan paket-paket ini untuk sementara waktu," kata Astruc.

"Pengiriman paket masih cukup signifikan dengan sekitar 100 kg setiap hari yang dikirim melalui sepanjang pantai," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Selain penyelundupan melalui pantai, Astruc mengatakan petugas bea cukai juga menemukan paket-paket serupa di laut.

Hasil penelusuran sementara melalui garis pantai menemukan paket-paket tersebut mengarah pada Biarritz, sebuah kota yang diisi resor mewah.

Mengutip AFP, Astruc mengatakan saat ini tengah bekerja sama dengan Badan Penegakan Narkoba AS untuk mencari tahu jalur dan sumber penyebaran kokain murni tersebut. Diketahui kokain yang diselundupkan memiliki kandungan sangat murni yakni sekitar 83 persen.

Ia mengimbau orang-orang yang menemukan paket-paket kokain tersebut tidak menyentuh dan melaporkannya ke kepolisian.

"Ini adalah produk yang sangat berbahaya karena bisa menyebabkan overdosis. Ada beberapa hipotesis, tetapi sementara kami pikir kemungkinan paket-paket ini dibuang karena ada masalah teknis atau terbawa badai," kata dia. (evn)