AS dan Korsel Tunda Latihan Perang karena Korea Utara

CNN Indonesia | Senin, 18/11/2019 03:00 WIB
AS dan Korsel Tunda Latihan Perang karena Korea Utara Suasana latihan perang bersama AS dan Korsel pada 2017. (AFP PHOTO / Ed JONES)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat dan Korea Selatan pada Minggu mengumumkan latihan perang bersama antara kedua negara ditunda akibat Korea Utara.

Dalam jumpa pers bersama Menteri Pertahanan AS Mark Esper dan Menteri Pertahanan Korsel Jeong Kyeong-doo merek menyatakan penundaan latihan perang itu demi mendukung upaya melanjutkan pembicaraan Korsel dan Korut yang semula berakhir buntu.

Lebih lanjut, Esper mengatakan pengumuman penundaan latihan perang itu juga sebagai upaya menjaga 'pintu negosiasi' mengakhiri pengadaan nuklir Korut dihentikan.


"Saya melihat ini sebagai sebuah niat bagus dari AMerika Serikat dan Korea Selatan untuk memungkikan perdamaian, untuk membentuk .... sebuah fasiitas dari sebuah kesepakatan politik -- sebuah kesepakatan, jika anda bersedia--yang akan menunjang denuklirisasi di semenanjung Peninsula," ujarnya seperti dilansir AP.

Semula, latihan perang bersama (Combined Flying Training Event) bakal diisi dengan simulasi skenario pertempuran udara yang melibatkan jet-jet tempur dari Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Sebetulnya, dalam langkah untuk menghormati Pyongyang, skala dan cakupan latihan itu sudah diturunkan dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, Korea Utara masih menyatakan keberatan atas latihan tersebut.

"Saya tidak melihatnya sebagai konsesi. Saya anggap ini adalah upaya dari niat baik ... untuk mewujudkan perdamaian," kata Esper soal penundaan latihan bersama itu.

[Gambas:Video CNN]

Esper dan Kyeong-doo berada di Bangkok guna mengikuti pertemuan para menteri pertahanan se-Asia. Di Bangkok, para menteri pertahanan Asia sedang berkumpul untuk melakukan pembicaraan.

Menurut rencana sebelumnya, latihan bersama AS-Korut itu akan dimulai dalam beberapa hari mendatang. Tapi, Korut menganggap latihan tersebut sebagai persiapan untuk melakukan serangan.

(AP/kid)