Alun-Alun di Venesia Kembali Ditutup akibat Banjir

CNN Indonesia | Senin, 18/11/2019 15:34 WIB
Alun-Alun di Venesia Kembali Ditutup akibat Banjir Ilustrasi banjir di Venesia, Italia. (AP Photo/Luca Bruno)
Jakarta, CNN Indonesia -- Alun-alun St. Mark ditutup lagi akibat banjir yang kembali terjadi di wilayah Venesia, Italia, untuk ketiga kalinya selama kurang dari sepekan. Dikutip AFP, ketinggian air mencapai 150 sentimeter pada Minggu (17/11).

Meski ketinggian banjir lebih rendah dibanding pada Selasa pekan lalu yang mencapai 187 sentimeter, tetapi banjir itu masih dianggap berbahaya.


Gubernur Venesia, Luigi Brugnaro, menuturkan pemerintah daerah sedang bekerja memperbaiki kerusakan akibat air laut yang diperkirakan mencapai lebih dari satu miliar Euro atau sekitar Rp15,5 triliun.


"Air (laut) telah berhenti naik. Ketinggian hingga 150 sentimeter, Venesia sedang berusaha memperbaiki ulang," katanya dalam unggahan akun Twitter miliknya.

Pemimpin wilayah Toskana, Enrico Rossi, kemudian memberikan peringatan banjir di sungai Arno dan mengatakan telah memasang papan pembatas di sepanjang tepi sungai di kota Pisa untuk mencegah air meluap.

Angkatan Bersenjata Italia juga mengunggah beberapa foto para pasukan penerjun payung yang membantu membuat tanggul sungai di kota Pisa.

Sedangkan di kota Firenze, pemerintah setempat memantau sungai Arno setelah hujan deras membuat ketinggian air meningkat drastis semalam. Unit perlindungan sipil juga telah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak berdiri di dekat tepi sungai tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Petugas pemadam kebakaran ikut mengunggah beberapa dokumentasi yang menunjukkan sebuah kapal bantalan udara (hovercraft) yang diterjunkan untuk menyelamatkan warga yang terlantar di provinsi Grossetano, Toskana.

Proyek infrastruktur massal senilai milyaran euro bernama Modul Elektromekanik Eksperimental (MOSE) yang sudah dalam proses pengerjaan sejak 2003 silam untuk melindungi kota Venesia tidka berjalan mulus akibat pembengkakan biaya, skandal korupsi, dan keterlambatan.

Krisis itu telah memicu pemerintah untuk mengucurkan dana sebesar 20 juta euro atau Rp311,2 milyar untuk mencegah kerusakan.

Menteri Kebudayaan Italia, Dario Franceschini, telah mengingatkan bahwa pekerjaan perbaikan kota Venesia akan menjadi sangat besar mengingat lebih dari 50 gereja mengalami kerusakan.


Wilayah Firenze pernah dilanda banjir setelah sungai Arno meluap pada tahun 1966. Akibatnya, 100 orang tewas dan ribuan karya seni rusak. (fls/ayp)