Seperti dilansir AFP, Rabu (20/11), menurut kuasa hukum tersangka, Alexander Pochuyev, kejiwaan kliennya terguncang saat dipenjara. Beruntung aparat bisa menghentikan niat Sokolov untuk bunuh diri.
"Beliau (Sokolov) sudah mengatakan berniat bunuh diri sejak awal dipenjara dan sayangnya dia nekat melakukannya," kata Pochuyev.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sokolov juga disebut sempat melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap sejumlah mahasiswanya di masa lalu. Hal itu membuat kampus tempatnya bekerja menyelidiki tuduhan tersebut.
Mendiang Yeschenko sudah menjalin hubungan dengan Sokolov selama beberapa tahun. Keduanya juga terlibat dalam sebuah proyek penelitian.
Sokolov membunuh Yeschenko dengan cara menembaknya ketika bertengkar. Keduanya cekcok terkait anak-anak Sokolov dari hasil pernikahan terdahulu.
Sokolov mengklaim kekasihnya marah ketika menyebut mereka dan menyerangnya dengan sebuah pisau. Dia kemudian memutilasi jasad kekasihnya dan membuangnya di sejumlah lokasi.
Jasad Yeschenko sudah dimakamkan di kampung halamannya. (ayp/ayp)