Vatikan & Uni Eropa Kecam Klaim Pemukiman Yahudi di Palestina

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 03:05 WIB
Vatikan & Uni Eropa Kecam Klaim Pemukiman Yahudi di Palestina Ilustrasi kota Yerusalem. (Foto: AHMAD GHARABLI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Vatikan mengecam klaim wilayah pemukiman warga Israel di wilayah Palestina. Kendati tidak menyebut Amerika Serikat secara gamblang, namun Vatikan menilai keputusan itu mencederai proses perdamaian.

"Keputusan ini [klaim pemukiman Yahudi di Palestina] berisiko merusak proses perdamaian Israel-Palestina dan stabilitas regional," tulis Vatikan seperti dilansir AFP.

Dalam hal ini Vatikan kembali menegaskan posisi yang netral di tengah konflik panjang antara Israel dan Palestina.


"Takhta Suci Vatikan kembali menegaskan posisi sebagai solusi untuk dua negara berkonflik untuk mencari solusi lengkap," kata Vatikan.

Kecaman serupa juga muncul dari negara-negara Uni Eropa yang menyerukan Israel untuk mengehntikan aktivitas pemukiman ilegal di wilayah Palestina.

"Semua aktivitas pemukiman ilegal di bawah hukum internasional. Posisi kami pada kebijakan penyelesaian pemukiman Israel di wilayah Palestina, termasuk Yerusalem Timur," tulis Inggris, Prancis, Jerman, Bergia, dan Polandia dalam pernyataan bersama.

Kecaman ini muncul setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo pada Senin (18/11) mengklaim wilayah pemukiman warga Israel di wilayah Palestina yang tidak lagi dianggap tidak sah. Kendati demikian ia belum menyatakan wilayah pemukiman tersebut sah secara hukum.

[Gambas:Video CNN]

"Setelah mempelajari seluruh perdebatan dengan seksama, AS menyimpulkan keberadaan pemukiman warga Israel di Tepi Barat sesuai dengan hukum internasional," kata Pompeo dalam jumpa pers di Washington.

Pernyataannya itu membuat posisi AS dan sejumlah negara anggota Dewa Keamanan perserikatan Bangsa-Bangsa menjadi bertentangan. Kritik keras datang dari Uni Eropa, negara-negara anggota PBB, dan Liga Arab.

Di sisi lain, pernyataan Pompeo justru disambut sebagai pujian oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Pemerintah Palestina dengan tegas menolak klaim AS soal status wilayah pemukiman Israel di Tepi Barat.

"Washington tidak berhak untuk membatalkan resolusi yang menjadi hukum internasional, dan tidak punya hak untuk memberikan legalitas terhadap wilayah pemukiman Israel," kata Juru Bicara Kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudainah, melalui pernyataan.

Diketahui ada lebih dari 600 ribu warga Israel tinggal di pemukiman di Yerusalem timur dan Tepi Barat yang merupakan wilayah Palestina. (evn/evn)