KILAS INTERNASIONAL

Klaim AS Soal Pemukiman Israel Sampai Korut Enggan Berunding

CNN Indonesia | Rabu, 20/11/2019 07:25 WIB
Klaim AS Soal Pemukiman Israel Sampai Korut Enggan Berunding Ilustrasi pasukan Israel. (Anadolu Agency/Wisam Hashlamoun)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Selasa (19/11) kemarin. Mulai dari klaim Amerika Serikat soal pemukiman Israel tidak melanggar hukum internasional sampai Korea Utara menyatakan sudah enggan berunding dengan AS. Semua dirangkum CNNIndonesia.com dalam kilas internasional.


1. AS Klaim Pemukiman Yahudi di Wilayah Palestina Legal

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, mengklaim wilayah pemukiman warga Israel di wilayah Palestina yang diduduki tidak lagi dianggap tidak sah. Hal ini menjadi kebijakan pro-Israel yang kesekian setelah sebelumnya AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Negeri Zionis itu dan menghentikan bantuan bagi Palestina.


"Setelah mempelajari seluruh perdebatan dengan seksama, AS menyimpulkan keberadaan pemukiman warga Israel di Tepi Barat sesuai dengan hukum internasional," kata Pompeo dalam jumpa pers di Washington, seperti dilansir AFP, Selasa (19/11).

Pompeo melanjutkan, "menyatakan wilayah pemukiman Israel tidak sejalan dengan hukum internasional tidak berjalan dengan baik. Hal itu juga tidak berdampak terhadap perkembangan proses perdamaian".

Pemerintah Palestina dengan tegas menolak klaim AS soal status wilayah pemukiman Israel di Tepi Barat.

"Washington tidak berhak untuk membatalkan resolusi yang menjadi hukum internasional, dan tidak punya hak untuk memberikan legalitas terhadap wilayah pemukiman Israel," kata Juru Bicara Kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudainah, melalui pernyataan.

Sampai saat ini Israel sudah membangun 8,337 rumah di kawasan pendudukan Palestina. Mereka memutuskan menggusur kawasan pemukiman yang sudah dibangun di Jalur Gaza, tetapi memilih membangun di zona timur Yerusalem yang juga dicaplok.


2. Jembatan Gantung di Prancis Ambruk, Dua Orang Tewas

Sebuah jembatan gantung yang menghubungkan kota Mirepoix-sur-Tarn, Prancis, ambruk hingga menyebabkan dua orang tewas dan beberapa orang mengalami luka-luka pada Senin (18/11). CNN melaporkan, salah satu korban tewas diketahui sebagai remaja perempuan berusia 15 tahun.

Jembatan ambruk pada pukul 08.00 waktu setempat setelah kabel penghubung jembatan tersebut putus dan menyebabkan bagian jembatan ambruk. Akibatnya, tiga kendaraan jatuh tertimpa runtuhan jembatan.

Diduga penyebab insiden itu akibat ada sebuah truk dengan bobot melebihi dua kali batas beban maksimal melintas.

Truk yang menjadi penyebab ambruknya jembatan itu memiliki bobot lebih dari 50 ton. Sementara beban maksimal yang bisa diampu jembatan gantung hanya 19 ton.


3. Korea Utara Mengaku Sudah Tak Tertarik Berunding dengan AS

Korea Utara menyatakan tidak tertarik lagi terhadap ajakan pertemuan tingkat tinggi yang disampaikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Hal itu disampaikan penasihat Kementerian Luar Negeri, Kim Kye Gwan, melalui kantor berita KCNA pada Senin (18/11).

Dikutip dari Associated Press, Kye Gwan menyatakan Korea Utara tidak tertarik terhadap ajakan yang dianggap tidak berguna bagi Korut, karena merasa tidak mendapatkan dampak dan tidak dapat menawarkan apa pun kepada Trump.

Ia kemudian menegaskan AS harus menarik keputusan latihan perang bersama dengan Korea Selatan, yang dianggap berbahaya oleh Korut, jika masih ingin melakukan pertemuan tingkat tinggi tersebut.

"Jika AS tidak ingin melepaskan dialognya dengan kami, dia seharusnya membuat keputusan untuk menarik kebijakannya yang berbahaya yang memandang kami sebagai lawan," kata Kye Gwan. (ayp/ayp)