Puluhan Demonstran Hong Kong Masih Bertahan Duduki Kampus

CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 09:40 WIB
Puluhan Demonstran Hong Kong Masih Bertahan Duduki Kampus Ilustrasi demonstran Hong Kong. (AP Photo/Kin Cheung)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar 50 orang demonstran masih bertahan di Universitas Politeknik Hong Kong (PolyU), sejak menduduki kampus itu pada akhir pekan lalu. Sebagian menyatakan ingin keluar karena persediaan air minum dan makanan menipis, sementara lainnya menyatakan bakal berjuang sampai akhir meski aparat kepolisian mengancam akan menggunakan peluru tajam.

Seperti dilansir Channel NewsAsia, Kamis (20/11), sejumlah demonstran menmbuat tanda SOS di lapangan terbuka supaya terlihat dari udara.


"Kami bisa mati karena mereka (polisi) tidak membiarkan kami keluar. Makanya kami membuat tanda itu," kata seorang demonstran, Ken (20).


Dia menyatakan sejumlah demonstran yang bertahan adalah mahasiswa PolyU. Mereka terpisah-pisah untuk berjaga-jaga dan mengawasi pergerakan polisi.

"Saya tidak akan menyerah. Saya bakal berjuang sampai titik darah penghabisan. Namun, memang ini sangat berbahaya karena kami menggunakan panah, maka kemungkinan polisi akan menembaki kami dengan peluru tajam," kata seorang demonstran berusia 15 tahun mengaku bernama William.

Sejumlah demonstran memutuskan berlindung di dalam gedung kampus, sesuai arahan salah satu dosen mereka. Mereka mengaku lebih tahu seluk beluk bangunan kampus.

"Kami punya persediaan makanan sampai sepekan. Kita lihat nanti apa yang terjadi," kata seorang demonstran bernama Paul (19).

[Gambas:Video CNN]

Kepolisian dilaporkan berhasil menangkap 1,100 pengunjuk rasa dan menemukan hampir 4000 botol bom molotov yang ditinggalkan. Sejumlah pengunjuk rasa menjelajahi gorong-gorong di kampus untuk mencari jalan keluar jika polisi memutuskan menyerbu mereka.

Sebagian lainnya berhasil kabur dengan cara menuruni bangunan dengan tali, kemudian menuju rekan mereka yang sudah menunggu menggunakan sepeda motor.

Pemimpin Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, mendesak para pengunjuk rasa yang telah menduduki universitas di pusat kota untuk menyerah jika bentrokan selama tiga hari terakhir ingin berakhir secara damai.

Demonstrasi yang telah berlangsung selama hampir enam bulan terakhir di Hong Kong dipicu oleh penolakan warga terhadap Rancangan Undang-Undang Ekstradisi.


Meski pemerintah Hong Kong telah resmi membatalkan RUU itu, para pedemo merasa tak puas dan mendesak Lam mundur. (ayp/ayp)