Rudal Rusia Hantam Kamp Bersalin Pengungsi Suriah, 21 Tewas

CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 17:16 WIB
Rudal Rusia Hantam Kamp Bersalin Pengungsi Suriah, 21 Tewas Ilustrasi. (AP Photo/Lefteris Pitarakis)
Jakarta, CNN Indonesia -- Serangan rudal Rusia dan pasukan Presiden Bashar Al-Assad dilaporkan menghantam lokasi dekat sebuah kamp sementara bagi pengungsi Suriah di Desa Qah, Provinsi Idlib, yang berbatasan dengan Turki, Rabu (20/11).

The Syrian Observatory for Human Rights menuturkan rudal darat yang diluncurkan oleh Rusia dan pasukan Presiden Bashar al-Assad itu jatuh di dekat fasilitas bersalin pengungsi Suriah. Insiden itu menewaskan 21 orang, termasuk anak-anak, dan melukai 40 orang lainnya. 

"Di tempat lain, pesawat militer Rusia juga menargetkan Kota Maaret al-Numan di selatan Provinsi Idlib. Enam warga sipil termasuk empat anak," bunyi pernyataan observatorium itu seperti dikutip dari AFP.



Kepala observatorium yang berbasis di Inggris itu, Rami Abdel Rahman, menuturkan sejumlah orang terluka dalam serangan itu. Beberapa orang disebut dalam keadaan kritis.

Rahman menuturkan jumlah korban masih bisa meningkat.

Sementara itu, seorang fotografer AFP di lokasi kejadian melihat petugas medis mengevakuasi tubuh seorang gadis yang tertimbun debu dan puing-puing bangunan yang roboh akibat terjangan rudal.

Observatorium menyebutkan Desa Qah merupakan salah satu wilayah di Idlib yang masih dikuasai pemberontak. Wilayah barat laut Idlib didominasi kelompok Islamist of the Hayat Tahrir al-Sham (HTS). 

[Gambas:Video CNN]

HTS dulu pernah menjadi afiliasi kelompok teroris Al Qaidah di Suriah.

Sebagian besar Provinsi Idlib masih dikuasai pemberontak, termasuk wilayah Hama dan Latakia yang berbatasan dengan Provinsi Aleppo.

Tak hanya HTS, daerah-daerah itu merupakan basis kelompok militan dan pemberontak lainnya.


Karena itu, pasukan Suriah dan Rusia kerap meluncurkan serangan udara ke wilayah Idlib. Observatorium itu memperkirakan hampir 1.000 orang terbunuh sejak akhir April hingga akhir Agustus lalu di wilayah itu.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga memaparkan bahwa lebih dari 400 ribu warga sipil di sana telantar akibat perang sipil yang telah berlangsung sejak 2011 lalu.

Meski Moskow mengumumkan gencatan senjata pada akhir Agustus lalu, The Syrian Observatory for Human Rights menuturkan serangan udara sporadis masih sering terjadi di Idlib hingga menewaskan belasan warga sipil.


Pada 22 Oktober lalu, Assad sempat berkunjung ke wilayah barat laut Suriah yang masih dikuasai banyak pemberontak. Ia mengatakan mengalahkan teroris dan pemberontak adalah kunci untuk mengakhiri perang saudara selama delapan tahun di negaranya.

Sebanyak 370 ribu orang tercatat tewas selama perang sipil pecah di Suriah. Konflik itu pun menyebabkan jutaan orang terlantar dan memicu krisis pengungsi global. (rds/dea)