KILAS INTERNASIONAL

Iran Genjot Pengayaan Uranium Hingga Warga AS Dibantai Geng

CNN Indonesia | Rabu, 06/11/2019 08:03 WIB
Iran Genjot Pengayaan Uranium Hingga Warga AS Dibantai Geng Ilustrasi Presiden Iran, Hassan Rouhani. (AFP PHOTO / Behrouz MEHRI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Selasa (5/11) kemarin. Mulai dari Iran kembali genjot pengayaan uranium hingga keluarga AS dibantai geng narkoba Meksiko. Semua dirangkum CNNIndonesia.com dalam kilas internasional.


1. Iran Terus Genjot Pengayaan Uranium

Kepala Badan Energi Atom Iran, Ali Akbar Salehi, mengatakan mereka sudah menambah pengayaan uranium menjadi lima kilogram per hari. Jumlah itu jauh lebih tinggi dari dua bulan lalu, yakni 450 gram per hari.


Keputusan Iran itu menjadi salah satu dari berbagai sikap yang sudah ditunjukkan terkait perjanjian nuklir yang terbengkalai. Pada Mei lalu Iran telah memutuskan menunda berbagai komitmen dalam perjanjian, setahun setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik diri dari perjanjian itu kemudian kembali menerapkan sanksi buat Iran.


2. Pasukan Turki Tangkap Adik Mendiang Pemimpin ISIS

Pemerintah Turki mengklaim berhasil menangkap Rasmiya Awad (65), yang diyakini merupakan saudara perempuan mendiang Pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Abu Bakr al-Baghdadi, di kawasan barat laut Suriah.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (5/11), Awad ditangkap pasukan Turki pada malam hari di tempat persembunyiannya di dekat Kota Azaz, Aleppo, Suriah. Dia dan keluarganya tinggal di sebuah peti kemas bekas.

[Gambas:Video CNN]

Menurut pejabat Turki, Awad ditangkap bersama sang suami, menantu, dan lima orang anak. Dia dituduh terlibat jaringan ISIS dan saat ini sedang sedang diinterogasi.


3. AS Akan Mundur dari Kesepakatan Iklim Paris

Pemerintah Amerika Serikat melalui Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo, menyatakan akan memulai proses pengunduran diri secara resmi dari Kesepakatan Iklim Paris.

Proses ini dilakukan setelah Presiden Donald Trump memutuskan AS keluar dari perjanjian tersebut pada 2017 lalu. Dia juga menggulirkan kebijakan pembatasan energi, salah satunya Clean Power Plan, yang menjadi prioritas utamanya.

Keputusan itu menunjukkan AS tidak akan berperan di dalam penyelesaian krisis perubahan iklim, walaupun dampak buruk dari perubahan iklim sudah jelas.


4. Keluarga AS Dibantai Geng Narkoba Meksiko

Sembilan warga Amerika Serikat dilaporkan tewas dalam penembakan di utara Meksiko, Senin (4/11). Dari jumlah tersebut enam di antaranya anak-anak dan sisanya wanita dari komunitas Mormon Amerika.

Seorang kerabat dari salah satu korban, Julian LeBaron mengatakan sepupunya, Rhonita Maria LeBaron, diserang saat dalam perjalanan ke bandara. Mobil yang ditumpangi Rhonita bersama empat anaknya dihujani peluru hingga hangus terbakar.

Saat itu mereka tengah melintas di Rancho de la Mora, daerah yang terkenal rawan akan penyelundupan narkoba. Letaknya berada di perbatasan antara negara bagian Chihuahua dan Sonora, dekat perbatasan AS.

Dikutip dari AFP, Rhonita tewas bersama empat anaknya, yakni dua bayi kembar berusia 6 bulan dan dua anak kecil berusia 8 dan 10 tahun.

[Gambas:Video CNN]

Dalam perjalanan tersebut mobil Rhonita beriringan dengan dua mobil SUV lain. Beberapa jam setelah mobil Rhonita ditemukan, dua mobil lainnya juga ditemukan dengan dua jasad wanita dan dua orang anak.

Setidaknya lima orang anak berhasil melarikan diri dari penyerangan tersebut. Salah satu di antaranya sempat tertembak, dan satu lagi melarikan diri ke hutan dan belum ditemukan hingga kini.

Ini bukan kali pertama anggota komunitas Mormon Amerika diserang. Pada 2009, Benjamin LeBaron, seorang aktivis anti-kejahatan dinyatakan tewas dalam serangan di wilayah tersebut. Benjamin merupakan saudara laki-laki dari Julian. (ayp/ayp)