Jerman Kecam Mahasiswa Malaysia karena Hormat Nazi di Wisuda

CNN Indonesia | Jumat, 29/11/2019 15:26 WIB
Jerman melalui kedutaan besar di Kuala Lumpur, Malaysia, mengecam tindakan seorang mahasiswa karena melakukan hormat Nazi dalam upacara wisuda. Ilustrasi. (AFP PHOTO / Scott Olson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jerman melalui kedutaan besar di Kuala Lumpur, Malaysia, mengecam tindakan seorang mahasiswa lulusan Universitas Malaysia Sabah (UMS) karena melakukan hormat Nazi dalam upacara wisuda baru-baru ini.

Melalui pernyataan yang diunggah di Facebook, kedutaan Jerman mengaku terkejut atas tindakan siswa tersebut yang dinilai "menghina" penderitaan kaum Yahudi selama Perang Dunia II.


"Kedutaan Jerman secara tegas mengutuk segala bentuk dukungan untuk rezim yang bertanggung jawab atas genosida. Kami mengharapkan pemerintah Malaysia dan pihak universitas melakukan hal sama," kata kedubes Jerman pada Jumat (29/11).


Jerman melarang penggunaan gambar swastika dan simbol Nazi lainnya dipakai. Otoritas Jerman bahkan bisa memberi sanksi seperti denda hingga hukuman penjara bagi orang yang kedapatan melakukan salam hormat Nazi.

[Gambas:Video CNN]

Dilansir The Star, mahasiswa tersebut mengaku melakukan salam itu sebagai bentuk protes terhadap dominasi kaum Yahudi di dunia.

Ia menuturkan salam itu dilakukan sebagai gambaran kebenciannya terhadap orang Yahudi. Selain itu, salam Nazi, paparnya, juga dilakukan sebagai bentuk dukungan bagi Palestina.


Tindakan mahasiswa itu viral setelah ia mengunggah foto hormat Nazi sambil memakai jubah kelulusan atau toga di depan panggung.

Ia bahkan mengisi caption fotonya itu dengan tagar #SaveGaza dan #Pray4Palestine.

Netizen Malaysia mengecam foto tersebut hingga menyebarkan akun Twitter dan Facebook mahasiswa itu di media sosial.


Sementara itu, pihak UMS sendiri menegaskan bahwa perilaku mahasiswa lulusannya itu murni pandangan pribadi dan tidak mewakili pandangan universitas. (rds/dea)