Putin Menyatakan Rusia Terbuka Bekerjasama dengan NATO

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 04/12/2019 02:40 WIB
Putin Menyatakan Rusia Terbuka Bekerjasama dengan NATO Presiden Rusia Vladimi Putin menyatakan Rusia terbuka untuk bekerjasama dengan NATO (AFP Photo/Pavel Golovkin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Vladimir Putin menyatakan Rusia terbuka untuk bekerja sama dengan NATO. Hal ini diungkap Putin bersamaan dengan pembukaan pertemuan puncak aliansi Barat itu di luar London, Selasa (3/12).

"Kami telah berulang kali menyatakan kesiapan untuk bersama-sama menolak ancaman sesungguhnya," kata Putin, seperti dilaporkan kantor berita Rusia.

Dia menjelaskan ancaman umum ini sebagai "terorisme internasional, konflik bersenjata lokal (dan) bahaya proliferasi senjata pemusnah massal yang tidak terkendali."

Pemimpin Rusia itu berbicara dari resor Sochi di Laut Hitam bersamaan dengan pembukaan pertemuan puncak pimpinan NATO di kota Watford, Inggris.


Dalam kesempatan itu, Putin menyesalkan hubungan buruk antara Moskow dengan aliansi pakta pertahanan tersebut. Ia mengungkit bahwa negaranya telah berusaha membuat agenda "konstruktif" dengan NATO sejak 2008. Namun, tawaran tersebut, "telah dibatasi."

Meski demikian ia pun melontarkan kecaman atas sikap NATO yang memperkuat eprtahanan di negara-negara yang berbatasan dengan Rusia. Tindakan ini menimbulkan kemarahan Moskow, karena tindakan tersebut dianggap tidak pantas dan tak mempertimbangkan kepentingan Rusia.

[Gambas:Video CNN]


Selama ini Putin memang tidak pernah merahasiakan kebenciannya pada ekspansi NATO ke bekas wilayah republik Soviet. Sebab, Rusia menganggap zona tersebutmasih dalam pengaruh Moskow.

Rusia "berkewajiban untuk melihat ekspansi NATO, pengembangan infrastruktur militernya di dekat perbatasan. (Sebab, ini kami anggap) sebagai salah satu ancaman potensial terhadap keamanan negara kami," katanya.

Dia pun berpendapat kalau aliansi militer itu sudah ketinggalan zaman. NATO ia sebut sebagai warisan stereotip blok barat hasil pemikiran bertahun-tahun lalu. Menurutnya, kelompok ini tak lagi efektif untuk mencari dan mengambil keputusan di dunia modern yang cepat berubah.

Pasalnya, saat ini Pakta Warsawa pun telah bubar, namun NATO masih terus berkembang. (eks/eks)