KILAS INTERNASIONAL

Trump, Macron, & Erdogan di KTT NATO hingga Ekspansi China

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 05/12/2019 06:35 WIB
Trump, Macron, & Erdogan di KTT NATO hingga Ekspansi China Pertemuan pimpinan negara KTT NATO di Inggris. (Foto: Yui Mok/Pool via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Adu mulut antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat menghadiri KTT NATO hingga Kekhawatiran NATO dengan ekspansi militer China meramaikan kabar internasional, Rabu (4/12).

Trump, Macron, dan Erdogan Bertengkar di KTT NATO

Adu mulut antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mewarnai pertemuan tinggi NATO di Inggris pada Selasa (3/12).

Setibanya di London, Trump membalas pernyataan Macron yang menganggap bahwa strategi NATO layaknya "otak yang sudah mati".


Beberapa pekan sebelum KTT NATO berlangsung, Macron menganggap bahwa pakta pertahanan negara di Atlantik Utara itu tak lagi mampu melindungi keamanan dan kedaulatan.

"Saya pikir pernyataan itu sangat menghina. Tidak ada yang membutuhkan NATO lebih dari Prancis. Pernyataan itu sangat berbahaya bagi mereka [Prancis]," kata Trump kepada wartawan.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg merespons pernyataan Macron tersebut. Stoltenberg menuturkan seharusnya antar-negara sekutu "tidak boleh mempertanyakan kesatuan dan kemauan politik untuk berdiri bersama dan saling membela."

[Gambas:Video CNN]

Israel Bisa Dihujani Ribuan Roket jika Perang Lawan Iran

Israel diyakini bisa dihantam lebih dari seribu roket setiap hari jika berperang melawan Iran dan Hizbullah. Jika itu terjadi, maka Israel bakal menjadi medan pertempuran yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Prediksi tersebut disampaikan oleh mantan perwira senior Angkatan Udara Israel. 

"Ini ancaman parah bagi tanah air kami, akan ada gambar yang belum pernah terlihat di masa lalu," kata mantan perwira yang tidak disebutkan namanya itu kepada The Jerusalem Post, Selasa (3/11).

Sumber tersebut mengatakan rentetan roket dan peluru kendali yang ditembakkan ke Israel bakal mengincar target infrastruktur.

NATO Mulai Khawatir dengan Ekspansi Militer China

Kebangkitan kekuatan militer China nampaknya membuat Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) ketar-ketir. Sekretaris Jenderal NATO, Jen Stoltenberg, bahkan menyatakan hal itu bakal berdampak terhadap keamanan kawasan Asia terkait sengketa di Laut China Selatan.

"Kami sudah memantau kekuatan China dan dampaknya terhadap seluruh sekutu. China adalah negara dengan anggaran pertahanan kedua terbesar di dunia. Mereka saat ini memperlihatkan kekuatannya dan membangun persenjataan seperti rudal jarak jauh yang bisa mencapai Eropa dan Amerika Serikat," kata Stoltenberg dalam jumpa pers di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi NATO di London, Inggris, seperti dilansir AFP, Rabu (4/12).

Stoltenberg menyatakan anggota NATO harus menanggapi masalah ini dengan serius. Dalam KTT itu, NATO juga dilaporkan akan merumuskan bagaimana sikap mereka untuk mendekati China dengan dalih melindungi kepentingan dunia.

KTT NATO seharusnya hanya membahas masalah berkaitan dengan Eropa dan Amerika. Namun, China dimasukkan ke dalam pembahasan karena NATO menganggap pengaruh negara itu semakin kuat. (evn/evn)