Israel Uji Coba Rudal Berkemampuan Nuklir, Iran Terancam

CNN Indonesia | Sabtu, 07/12/2019 12:00 WIB
Israel Uji Coba Rudal Berkemampuan Nuklir, Iran Terancam Ilustrasi rudal. (AFP Photo/Maxime Popov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Israel dilaporkan menguji coba peluru kendali berkemampuan nuklir pada Jumat (6/12) di sebuah pangkalan militer. Iran pun merasa terancam.

Kementerian Pertahanan Israel menuturkan uji coba rudal itu merupakan bagian dari sistem tenaga penggerak roket atau rocket propulsion system.

"Uji coba itu telah dijadwalkan sebelumnya dan dilaksanakan sesuai rencana," bunyi pernyataan Kemhan Israel seperti dikutip the Times of Israel.


Sejumlah gambar yang tersebar di media sosial menunjukkan sebuah proyektil meluncur ke udara pada Jumat pagi di pusat Israel.
Media lokal melaporkan lalu lintas udara di sekitar Bandara Internasional Ben-Gurion sempat dialihkan selama uji coba berlangsung demi memastikan peluncuran rudal berjalan aman.

Kemhan Israel tak menjelaskan tipe dan spesifikasi rudal tersebut. Tel Aviv juga tak menjelaskan uji coba itu berhasil atau tidak.

Namun, dilansir The Jerusalem Post, sejumlah pihak berspekulasi bahwa rudal yang diuji coba itu merupakan sistem Jericho, sebuah peluru kendali balistik antar-benua.

Sejumlah laporan dari pihak asing menyatakan Jericho mampu membawa hulu ledak nuklir. Sistem rudal itu disebut mampu menempuh jarak hingga 5.000 kilometer dan membawa hulu ledak sampai 1 ton.
Sementara itu, Iran selaku musuh Israel di kawasan mengecam uji coba senjata tersebut. Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, menuding uji coba nuklir itu "ditargetkan ke arah Iran."

"Israel hari ini menguji coba rudal nuklir yang ditujukan ke Iran," kata Zarif melalui kicauannya di Twitter.

Ia lantas mengeluhkan sikap Amerika Serikat yang selalu mendukung posisi Israel, tapi sangat sensitif dengan perkembangan persenjataan Iran.

"AS tidak pernah mengeluh soal senjata nuklir di barat Asia yang dipersenjatai dengan rudal dan dibuat untuk bisa membawa hulu ledak nuklir. Namun, mereka sensitif terhadap pertahanan konvensional kami," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Uji coba rudal Israel ini dilakukan ketika Iran disebut terus mengembangkan sistem rudalnya di tengah sanksi internasional.

Kementerian Pertahanan AS bahkan menganggap Iran berhasil mengembangkan sistem senjata rudal yang paling besar di Timur Tengah.

Iran memang menganggap sistem rudal sebagai kebutuhan strategis negara lantaran keterbatasan kapabilitas angkatan udaranya. (rds/has)