Pavlov Pavdilis mengatakan kepada media bahwa dua wanita yang diyakini berasal dari Afrika, dan enam pria berusia antara 18 sampai 30 tahun ditemukan tewas antara 5 sampai 8 Desember di wilayah Evros di Yunani. Tidak ada satupun yang membawa tanda pengenal, sehingga menyulitkan proses identifikasi.
Melansir AFP, wilayah Evros merupakan titik persimpangan utama bagi para pengungsi dan imigran yang sedang berusaha masuk ke Eropa dan Turki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada November lalu, pemerintah Yunani mengatakan mereka akan menempatkan 400 orang penjaga perbatasan di wilayah Evros dan bakal memakai radar inframerah.
Perjalanan melintasi sungai Evros telah menelan banyak nyawa imigran dalam beberapa tahun terakhir. Untuk pertama kalinya sejak tahun 2016, Yunani kembali menjadi titik masuk utama bagi para pencari suaka.
[Gambas:Video CNN] (rea)