Dilansir AFP, dua demonstran di Guwahati, India terkena tembakan dan dilaporkan tewas saat aksi protes pada Kamis (12/12). Sekitar 20 demonstran dirawat di rumah sakit setelah mendapatkan luka tembak.
Aksi protes dilaporkan berujung ricuh, beberapa demonstran merusak properti hingga membakar sejumlah kendaraan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, masyarakat India di menentang kebijakan tersebut karena khawatir adanya besar-besaran dari Bangladesh dan mengambil alih profesi warga lokal.
RUU Amandemen Kewarganegaraan (CAB) disahkan menjadi undang-undang oleh Presiden India, Narendra Modi.
[Gambas:Video CNN]
Undang-undang ini akan mempercepat proses pemberian kewarganegaraan kepada imigran ilegal dari kalangan agama minoritas termasuk Hindu, Sikh, Budha, Jains, Parsis, dan Kristen dari Afghanistan, Bangladesh, dan Pakistan. Namun undang-undang tersebut tidak berlaku bagi imigran ilegal beragama Islam.
Kelompok Islam, oposisi, dan pembela hak asasi manusia menuding undang-undang tersebut sebagai agenda Modi untuk membatasi 200 juta Muslim di India. Namun Modi membantah tudingan tersebut.
Shah memaparkan kaum minoritas di tiga negara mayoritas Muslim seperti Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan selama ini hidup dalam ketakutan.
"Dan RUU ini memungkinkan India meningkatkan martabat mereka dan kesempatan untuk membangun kembali kehidupan mereka. Muslim tidak masuk dalam RUU ini karena mereka tidak menerima persekusi berbasis agama selama ini," kata Shah seperti dikutip CNN. (evn)