Demo Tolak RUU Kewarganegaraan di India Telan Korban Jiwa

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 13/12/2019 15:01 WIB
Dua demonstran di Guwahati, India terkena tembakan dan dilaporkan tewas saat aksi protes pada Kamis (12/12) menentang pengesahan Undang-Undang Kewarganegaraan. Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi mengeluarkan tembakan ke arah pedemo di Guwahati, India yang memprotes rancangan undang-undang kewarganegaraan. Undang-undang ini memungkinkan pemerintah bisa memberikan kewarganegaraan kepada imigran ilegal dari sejumlah negara.

Dilansir AFP, dua demonstran di Guwahati, India terkena tembakan dan dilaporkan tewas saat aksi protes pada Kamis (12/12). Sekitar 20 demonstran dirawat di rumah sakit setelah mendapatkan luka tembak.

Aksi protes dilaporkan berujung ricuh, beberapa demonstran merusak properti hingga membakar sejumlah kendaraan.


Sehari setelah demo, jalan-jalan di kota Guwahati dilaporkan sepi. Petugas keamanan berjaga di beberapa titik dan lokasi strategis.

Pemerintah setempat mematikan akses internet menyusul demonstrasi. Seorang wartawan AFP mengonfirmasi koneksi internet yang mulai tak bisa diakses.

Sementara itu, masyarakat India di menentang kebijakan tersebut karena khawatir adanya besar-besaran dari Bangladesh dan mengambil alih profesi warga lokal.

RUU Amandemen Kewarganegaraan (CAB) disahkan menjadi undang-undang oleh Presiden India, Narendra Modi.

[Gambas:Video CNN]

Undang-undang ini akan mempercepat proses pemberian kewarganegaraan kepada imigran ilegal dari kalangan agama minoritas termasuk Hindu, Sikh, Budha, Jains, Parsis, dan Kristen dari Afghanistan, Bangladesh, dan Pakistan. Namun undang-undang tersebut tidak berlaku bagi imigran ilegal beragama Islam.

Kelompok Islam, oposisi, dan pembela hak asasi manusia menuding undang-undang tersebut sebagai agenda Modi untuk membatasi 200 juta Muslim di India. Namun Modi membantah tudingan tersebut.

Menteri Dalam Negeri India Amit Shah menuturkan RUU ini disahkan demi melindungi etnis minoritas agama yang melarikan diri ke India untuk menghindari penganiayaan dan persekusi di negara asalnya.

Shah memaparkan kaum minoritas di tiga negara mayoritas Muslim seperti Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan selama ini hidup dalam ketakutan.

"Dan RUU ini memungkinkan India meningkatkan martabat mereka dan kesempatan untuk membangun kembali kehidupan mereka. Muslim tidak masuk dalam RUU ini karena mereka tidak menerima persekusi berbasis agama selama ini," kata Shah seperti dikutip CNN. (evn/evn)