Seperti dilansir CNN, Rabu (18/12), ucapan itu dilontarkan oleh Helme dalam wawancara dengan stasiun radio Partai EKRE pada Minggu pekan lalu.
Helme yang menganut politik sayap kanan membantah pernyataannya bertujuan mencemooh Marin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat ucapannya, Kaljulaid dan Perdana Menteri Estonia, Jüri Ratas, membahas masalah itu. Menurut kepala biro pers Kantor Kepresidenan Estonia, Mailin Aasmae, Kaljulaid mengusulkan supaya Helme dicopot dari jabatannya.
[Gambas:Video CNN]
Alhasil, Parlemen Estonia menggelar pemungutan suara terkait Mosi Tidak Percaya terhadap Helme pada Selasa kemarin. Beruntung sebagian besar anggota legislatif memilih mempertahankannya di dalam kabinet.
Sebelum menjadi Menteri Dalam Negeri, Helme pernah menjabat sebagai Duta Besar Estonia untuk Rusia. Dia memang dikenal karena komentarnya yang tajam.
Menanggapi hal itu, Marin menyatakan bangga dengan negaranya.
"Saya sangat bangga dengan Finlandia. Di sini anak-anak dari keluarga miskin bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan bisa mencapai tujuan mereka dan bahkan menjadi Perdana Menteri," cuit Marin melalui akun Twitter.
Marin menjadi perdana menteri termuda di Dunia setelah menggantikan Antti Rinne. Lima partai politik terbesar di Finlandia dipimpin oleh perempuan yang rata-rata berusia 30-an tahun. (ayp/ayp)