Finlandia dan Norwegia Mengeluh Rusia Acak Sinyal GPS

CNN Indonesia | Rabu, 14/11/2018 03:50 WIB
Finlandia dan Norwegia Mengeluh Rusia Acak Sinyal GPS Ilustrasi latihan perang militer Rusia. (Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Finlandia dan Norwegia menuding Rusia sengaja mengacak sinyal alat pandu posisi (GPS) di ruang udara mereka. Hal itu baru diketahui ketika Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menggelar latihan militer beberapa waktu lalu.

Dilansir AFP, Selasa (13/11), Perdana tudingan itu disampaikan Perdana Menteri Finlandia, Juha Sipila. Dia menyatakan menemukan fakta sinyal satelit di wilayah Lapland sengaja diacak.

Pada Minggu (11/11) pekan lalu, Sipila mengatakan bahwa pihak berwenang masih menyelidiki siapa pihak yang bertanggung jawab atas gangguan GPS.
"Mengacaukan sinyal di ruang terbuka secara teknis relatif mudah dan mungkin Rusia terlibat dalam kasus ini," kata Sipila kepada stasiun radio lokal, YLE.


Rusia langsung membantah tuduhan itu.

"Kami tidak tahu apa-apa tentang keterlibatan Rusia dengan gangguan sistem GPS. Anda harus bertanya kepada para ahli di kementerian pertahanan. Tuduhan ini tidak berdasar," kata Juru Bicara Pemerintah Rusia, Dimitry Peskov.

Gangguan pada sinyal satelit pertama kali diketahui selama latihan militer NATO bersandi Trident Juncture. Latihan itu berlangsung selama dua pekan yakni pada 25 Oktober hingga 7 November mendatang. Gangguan ini terjadi di seluruh perairan Arktik di Norwegia dan Finlandia.

Pada awal November, seorang pilot maskapai penerbangan Norwegia, Widerøe melaporkan hilangnya sinyal GPS selama penerbangan dekat Kirkenes, wilayah perbatasan Norwegia dengan Rusia.
"Tidak ada risiko keamanan, kami memiliki rutinitas yang baik dan ini bukan pertama kalinya kami mengalami kehilangan sinyal," kata juru bicara Widerøe kepada situs Barents Observer.

Pada 2017 lalu, otoritas Norwegia melaporkan sinyal GPS yang hilang mempengaruhi penerbangan sipil di wilayah utara, selama Rusia menggelar latihan militer bersandi Zapad.

Gangguan satelit ini menyebabkan operator ruang udara sipil Finlandia dan Norwegia menerbitkan peringatan kepada pilot, menyatakan sinyal navigasi di Lapland wilayah utara-timur tidak stabil.

Rusia sepertinya terusik dengan latihan militer terbesar yang digelar NATO selepas Perang Dingin. Diduga latihan itu dianggap sebagai aksi unjuk kekuatan anti-Rusia. Sebagai balasannya mereka berencana menggelar uji rudal di dekat daerah itu.

Pada Jumat (9/11) pekan lalu, anggota parlemen Finlandia meminta tanggapan terkait gangguan sinyal terhadap Ketua Komite Pertahanan, Ilkka Kanerva. Kanerva mengatakan gangguan sinyal bisa menjadi bencana bagi penerbangan sipil.
Meski Finlandia bukan anggota NATO, tetapi mereka turut serta dalam latihan militer itu. (cin/ayp)