Bukan Bendera, Lalu Muhammad Zohri Cari Pelatihnya

Natalia Santi, CNN Indonesia | Selasa, 17/07/2018 06:06 WIB
Bukan Bendera, Lalu Muhammad Zohri Cari Pelatihnya Lalu Muhammad Zohri bersama pelatih dan staf KBRI Helsinki. (KBRI Helsinki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Duta Besar RI untuk Finlandia Wiwiek Setyawati Firman mengungkapkan momen Lalu Muhammad Zohri, mencari-cari sesuatu tak lama setelah melampaui garis finish, bukanlah bendera yang dicarinya. Setelah aksi selebrasinya berupa sujud syukur atas kemenangannya, atlet Indonesia peraih medali emas di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 itu mencari pelatihnya.

"Selebrasi yang ada di otak si bocah Zohri, sujud syukur," kata Dubes Wiwiek yang menilai Zohri sebagai anak muda berakhlak dan memiliki nasionalisme tinggi. "Apakah orang ga bisa lihat bahwa selebrasi si bocah Zohri adalah sujud syukur? Dia langsung sujud syukur bukan minta bendera ke officials," kata Dubes Wiwiek gemas lantaran banyak kalangan yang lebih mempermasalahkan bendera ketimbang kemenangan Zohri.

"Saya punya banyak bendera, tapi bendera saya kan tidak diminta dan KBRI di tribun lain, saking gemesnya tadi saya tanya ke IAAF, berapa lama sih diperlukan para officials RI untuk lari dari tribun officials ke area lintasan?" kata Dubes Wiwiek yang kemudian mendapat jawaban sekitar satu menit.


Duta besar, termasuk Dubes Wiwiek, tidak masuk kategori officials, lantaran dubes tidak berurusan dengan IAAF melainkan dengan pemerintah Finlandia. Adapun IAAF adalah badan independen dunia. Dubes Wiwiek pun hadir dengan membeli tiket penonton seharga 12 euro (sekitar Rp200 ribu).
"Aku gak punya akses di arena IAAF. Aku cuma di tribun penonton dengan bayar tiket 12 Euro, tribun biasa, 17 euro tribun VIP. Kita beda dengan tribun IAAF termasuk officials dan atlet," kata Dubes Wiwiek.

Saat ini Zohri kecewa dan meminta seluruh foto selebrasi dia di arena tanding dibuang. Foto-foto yang disebarkan adalah foto dia bersama bendera Merah Putih seusai pengalungan medali.

Seusai kejuaraan, delegasi Indonesia dijamu Dubes Wiwiek di kediamannya di Helsinki.
Zohri sendiri tidak pernah memikirkan hadiah yang bakal diterimanya setibanya di Tanah Air. Menurut Dubes Wiwiek, sejak menjuarai nomor 100 meter di Kejuaraan Atletik Dunia U-20, banyak penggemarnya yang memberikan cokelat kepada Zohri dan ditanggapi dengan tertawa senang. Banyaknya fans yang memberi cokelat karena mereka melihat Zohri kerap makan cokelat selama di Finlandia.

Zohri dan Moan, Halomoan Edwin Binsar Simanjuntak yang juga berlaga di kejuaraan sempat memposting video ucapan selamat ulang tahun kepada pelatihnya, Kikin Ruhuddin yang berulang tahun saat di Finlandia.

"Dia itu kesayangan Lalu dan Moan, Lalu celingak-celinguk saat di garis finish sama sekali bukan mencari bendera. Dia mencari Coach Kikin karena dia ingin segera naik ke atas, takut ditanya-tanya dan diwawancara wartawan karena dia nggak ngerti bahasa Inggris. Dia ingin memeluk Pak Kikin, ayah yang selama ini membesarkan, memberi kasih sayang kepada dia di PB PASI," papar mantan Staf Ahli Menteri Luar Negeri bidang Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia tersebut.

Zohri dan rombongan akan meninggalkan Finlandia dengan Qatar Airways, Senin (16/7) malam. Dia diperkirakan tiba di Bandara Soekarno Hatta, Selasa ((17/7) sekitar pukul 22.30.
Zohri yang yatim piatu selama ini tinggal bersama kakaknya di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyatakan Zohri adalah siswa kelas III PPLP (Pemusatan Pendidikan dan Latihan Pelajar) binaan Kemenpora yang ada di NTB.

"Dia merintis dari bawah dan dibina langsung oleh para pelatih PPLP. Karena prestasinya pula, dia termasuk atlet unggulan yang dipanggil PB PASI untuk dipersiapkan pada Asian Games 2018," kata Imam yang menyatakan akan menyambut langsung Zohri di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa malam (17/7) sekitar pukul 22.30.

Zohri, berhasil menjuarai nomor lari 100 meter dengan catatan waktu 10,18 detik pada IAAF World U20 Championship di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7).

Zohri mengalahkan duo pelari Amerika yaitu Anthony Schwartz (10,22) dan Eric Harrison (10,22).
Sebelumnya, Zohri juga telah menjadi juara 100 meter Asian U20 Championships di Gifu, Jepang (8 Juni 2018) dengan waktu 10,27 dan mencatatkan 10,25 pada Jakarta Asian Games Pre-Tournament di Jakarta (11 Februari 2018).

International Association of Athletics Federations (IAAF) World U20 Championships yang diselenggarakan di Tampere, Finlandia, pada 10-15 Juli 2018, merupakan kejuaran junior atletik dunia untuk usia di bawah 20 tahun. Kejuaraan Dunia Atletik U-20 itu diikuti 1.462 atlet dari 158 negara.

(nat)