Massa Pro Separatis Catalonia Bentrok Saat Laga El Clasico

CNN Indonesia | Kamis, 19/12/2019 16:00 WIB
Massa pro separatis Catalonia dan polisi bentrok di dekat Stadion Camp Nou, Barcelona, Spanyol ketika pertandingan Bentrokan antara massa pro separatis Catalonia dan polisi di dekat Stadion Camp Nou, Barcelona, saat laga El Clasico antara FC. Barcelona dan Real Madrid. (Pau Barrena / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bentrokan antara massa pro separatis Catalonia dan polisi terjadi di dekat Stadion Camp Nou, BarcelonaSpanyol ketika pertandingan "El Clasico" antara kesebelasan Barcelona dan Real Madrid. Sebanyak 46 orang dilaporkan luka-luka, delapan di antaranya dibawa ke rumah sakit, dalam insiden itu.

Seperti dilansir AFP, Kamis (19/12), sejumlah massa itu membawa bendera negara bagian Catalan dan membuat barikade di jalanan. Menurut polisi, sekitar 5000 orang berkumpul di empat titik stadion dan menutup lalu lintas, empat jam sebelum kick-off.

Massa membawa poster dan spanduk bertuliskan "Kemerdekaan, hak, menentukan nasib sendiri," serta "Tsunami Demokrasi", sebuah kelompok yang terus mempropagandakan kemerdekaan Catalonia dan mengorganisir unjuk rasa.


Mereka membakar penghalang jalan ketika polisi tiba.
Massa Pro Separatis Catalonia Bentrok Saat Laga El ClasicoBentrokan massa pro separatis Catalonia dan polisi di Barcelona. (Pau Barrena / AFP)

Massa lantas melempari polisi dengan batu dan benda apapun yang bisa mereka temukan. Sejumlah orang memutuskan berlindung di dalam bar.

Di dalam stadion, sejumlah penonton membentangkan spanduk berisi slogan politis, antara lain bertuliskan, "Spanyol, duduk dan bicara".

[Gambas:Video CNN]

Keadaan mulai tenang ketika para penonton laga El Clasico pulang, setelah pertandingan berakhir dengan skor 0-0. Polisi lantas menangkap sembilan orang yang diduga memicu bentrokan.

Diduga hal ini terkait dengan gerakan kelompok pendukung separatis Catalonia. Bentrokan kembali terjadi sejak Mahkamah Agung Spanyol menjatuhkan hukuman penjara kepada sembilan pemimpin gerakan separatis pada Oktober lalu.

Upaya memerdekakan Catalonia dari Spanyol pada 2017 gagal, meski sudah digelar melalui jajak pendapat. Mantan Presiden Catalonia, Carles Puigdemont, dan beberapa pengikutnya lantas kabur ke Belgia.

Spanyol menetapkan Puigdemont sebagai buronan dan meminta Belgia mengekstradisinya. (ayp/ayp)