Jelang Diekstradisi AS, Mantan Kepala Intel Venezuela Hilang

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 14/11/2019 07:30 WIB
Jelang Diekstradisi AS, Mantan Kepala Intel Venezuela Hilang Ilustrasi penyelundupan narkoba. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan kepala intelijen militer Venezuela, Jenderal Hugo Armando Carvajal dilaporkan hilang di Spanyol hanya beberapa hari jelang diekstradisi ke Amerika Serikat.

Carvajal akan menjalani ekstradisi atas tuduhan perdagangan narkoba.

"Mereka [polisi AS] saat ini sedang mencari dia [Carvajal]," kata juru bicara kepolisian nasional Spanyol seperti dilansir AFP.


Pihak pengadilan mengatakan kepolisian Spanyol pada Jumat (8/11) telah menyambangi kediaman Carvajal di Madrid untuk ditangkap, tetapi tidak dapat menemukannya.

Pengacara Carvajal, Maria Dolores de Arguelles mengatakan ia belum mendapat pemberitahuan jika kepolisian hendak menangkap kembali kliennya. Ia juga menegaskan saat ini ia tidak mengetahui keberadaan Carvajal.

Pengadilan Nasional Spanyol pada September lalu sempat menolak permintaan ekstradisi AS dengan dalih memiliki motif politik. Sebaliknya, Spanyol justru meminta pembebasan Carvajal dari status tahanan sementara sejak 12 April 2019 atas tuduhan penyelundupan narkoba.

Namun putusan tersebut menuai protes dari Departemen Luar Negeri AS yang meminta hakim mempertimbangkan kembali putusan mereka atas kasus yang membelit Carvajal.

Pengadilan kemudian membatalkan putusan pada Jumat setelah menerima banding dari kantor kejaksaan.

"Para hakim menemukan bahwa fakta-fakta yang diberikan cukup tepat," ungkap sumber pengadilan.

Lewat cuitannya Senin (11/11) lalu, Carvajal mengatakan ia dan pengacaranya tidak mendapat pemberitahuan resmi terkait putusan pengadilan atas kasus yang membelit.

Carvajal atau dikenal dengan julukan 'El Pollo' (ayam) merupakan sosok kepala intelijen militer Venezuela di era kepemimpinan Hugo Chavez. Selain menjabat sebagai intel, ia juga pernah mengisi jabatan sebagai Konjen Venezuela di Aruba pada Januari hingga April 2014.

Presiden Nicholas Maduro kemudian mencopot jabatan Carvajal sebagai intel militer setelah diketahui mendukung rivalnya, Juan Guaido. Carvajal telah lama diincar oleh pejabat Departemen Keuangan AS yang mencurigai dukungan terhadap perdagangan narkoba oleh kelompok gerilya FARC di Kolombia. (evn/evn)