"Fakta-fakta sudah jelas. Presiden Amerika berusaha menggunakan kekuatan politiknya untuk memaksa pemimpin asing melecehkan dan mendiskreditkan salah satu lawan politik presiden," bunyi editorial koran itu.
Christianity Today menuturkan sidang dengar pendapat dan penyelidikan pemakzulan Trump yang telah berlangsung di Kongres "telah menjelaskan kekurangan moral presiden" kepada publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koran itu juga menuturkan Trump telah mengaku tindakan-tindakan imoralnya dalam bisnis maupun hubungannya dengan wanita.
Christianity Today juga mengungkit kicauan-kicauan Trump di Twitter yang kerap menebarkan kebohongan dan fitnah.
[Gambas:Video CNN]
"Itu semua adalah contoh sempurna dari seorang manusia yang secara moral hilang dan bingung. Dan dia membanggakan hal-hal itu," kata Christianity Today.
Setelah rapat selama 10 jam, Dewan Perwakilan AS sepakat memakzulkan Trump dengan suara 203 melawan 197 yang menolak.
Tak ada satu pun anggota Dewan Perwakilan dari Partai Republik yang mendukung pemakzulan Trump, sementara itu ada dua anggota badan legislatif dari Partai Demokrat itu menolak pemakzulan sang presiden.
Trump selanjutnya akan disidang Senat. Senat, yang didominasi Partai Republik, membutuhkan suara minimal dua pertiga untuk benar-benar memakzulkan dan mendepak Trump dari Gedung Putih.
"Apakah Trump harus dipecat dari Gedung Putih oleh Senat atau dengan suara rakyat dalam pemilihan umum tahun depan, itu masalah penilaian kebijaksanaan. Dia harus disingkirkan, ini soal kepercayaan kepada pendiri Amerika," tutur Christianity Today seperti dikutip AFP.
Akan tetapi, jajak pendapat FOX News terbaru pada Oktober lalu memaparkan dukungan itu menurun menjadi 70 persen. (rds/ayp)