Masinis Kereta Api Prancis Mogok di Malam Natal

CNN Indonesia | Selasa, 24/12/2019 19:06 WIB
Masinis Kereta Api Prancis Mogok di Malam Natal lustrasi demo di Prancis. (AP Photo/Thibault Camus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Prancis diprediksi tak bisa bepergian di malam Natal tahun ini menyusul aksi mogok masinis kereta api dan sejumlah perusahaan transportasi lainnya pada Selasa (24/12).

Aksi mogok yang berlangsung ke-20 hari itu digelar sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Presiden Emmanuel Macron terkait perubahan skema pensiun bagi pegawai negeri sipil.

Protes tersebut membuat sedikitnya puluhan ribu warga yang telah memiliki tiket kereta api cepat maupun kereta reguler terpaksa menunda bahkan membatalkan rencana perjalanan mereka untuk menemui keluarga dan kerabat untuk merayakan Hari Natal.

Pihak berwenang Prancis menuturkan sebanyak 40 persen jadwal kereta api berkecepatan tinggi dan kereta ekspres antar-region dibatalkan. Sebanyak 20 persen jadwal kereta lainnya juga dikabarkan batal berangkat.


Salah satu perusahaan kereta Prancis, SNCF, mengumumkan bahwa pihaknya akan menghentikan layanan kereta dari Kota Paris ke sejumlah kota pinggirannya. SNCF memaparkan beberapa layanan kereta akan dibuka kembali pada Rabu (25/12) pagi.
[Gambas:Video CNN]
Seorang anggota serikat buruh garis keras CGT, Laurent Brun, menuturkan para pedemo telah memiliki "serangkaian rencana untuk merayakan Natal" bersama sambil mempertahankan aksi mogok mereka selama seminggu ke depan.

Demo ini digelar setelah audiensi antara pemerintah dan serikat pekerja gagal menemui jalan tengah. Para demonstran bersumpah tak akan menghentikan protes dan aksi mogok kecuali pemerintah membatalkan rencana perubahan kebijakan pensiun tersebut.

Dilansir AFP, perubahan kebijakan pensiun itu disebut cukup merugikan sejumlah pegawai negeri sipil, terutama pegawai perusahaan kereta api pelat merah Prancis.

Dalam kebijakan tersebut pegawai perusahaan kereta Prancis tak bisa lagi mengajukan pensiun dini dan sejumlah tunjangan lainnya.

Menurut pemerintah, skema baru sistem pensiun ini jauh lebih adil dan lebih transparan. Namun, serikat buruh melihat sebaliknya. (rds/dea)