Enam Perompak Susupi Kapal Tanker di Selat Singapura

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 26/12/2019 12:02 WIB
Enam Perompak Susupi Kapal Tanker di Selat Singapura Ilustrasi kapal tanker. (Foto: ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah kapal tanker dilaporkan disusupi oleh enam perompak saat berlayar di Selat Singapura pada Rabu (25/12).

Enam perompak tersebut dilaporkan bersembunyi di ruang mesin kapal tanker yang tengah menuju pelabuhan Singapura sekitar pukul 12.28 pagi waktu setempat.

Kepala divisi mesin kapal tersebut dilaporkan melihat para perompak dan langsung memberi tahu sang kapten. Sistem peringatan kapal pun diaktifkan.


Keenam perompak itu kemudian melarikan diri dari buritan kapal menggunakan perahu kecil. Para pembajak itu dilaporkan kabur dengan tangan kosong.

Kapten kapal melaporkan kejadian itu melalui Sistem Informasi Lalu Lintas Kapal Singapura, sebuah sistem yang memprakarsai penyiaran keselamatan bernavigasi.

Pusat Pertukaran Informasi Kerja Sama Regional untuk Memerangi Pembajakan dan Perampokan Bersenjata Kapal di Asia (ReCAAP) menuturkan tidak ada konfrontasi antara para pembajak maupun awak kapal dalam insiden tersebut.

Otoritas Indonesia, Angkatan Laut Singapura, hingga Polisi Penjaga Pantai Singapura turut diberitahu terkait insiden tersebut. 

Sesampainya kapal tanker itu di Singapura, petugas kepolisian langsung menaiki kapal.

Pusat ReCAAP lantas mengeluarkan empat peringatan insiden serupa di perairan yang sama. Insiden tersebut berselang dua hari setelah pihak berwenang menggagalkan upaya pembajakan serupa di Selat Singapura.

Dalam insiden awal pekan ini, para perompak berupaya mencuri sebuah kapal pengangkut massal dan tanker. Para pembajak bahkan telah mengikat dan membekap para awak kapal.

[Gambas:Video CNN]

Upaya pembajakan itu berhasil digagalkan ketika salah satu awak kapal berhasil mengaktifkan alarm.

Sementara itu, kejadian hari Rabu kemarin menjadikan total insiden pembajakan sepanjang 2019 di Selat Singapura menjadi 30 kasus.

Dari total insiden tersebut, 15 kejadian melibatkan kapal di jalur barat Selat Singapura, dan sisanya di jalur timur Selat Singapura.

ReCAAP mengungkapkan keprihatinan atas peningkatan upaya pembajakan kapal di Selat Singapura, salah satu jalur utama perdagangan internasional.

"Karena pelaku insiden-insiden ini tidak ditangkap, ada kemungkinan insiden serupa terus berlanjut di Selat Singapura," kata ReCAAP melalui pernyataannya seperti dikutip the Straits Times.

"Semua kapal yang melewati perairan itu sangat dianjurkan menempatkan kewaspadaan setinggi-tingginya dan menerapkan tindakan pencegahan ekstra dan segera melaporkan semua insiden ke negara pesisir terdekat."

ReCAAP menyarankan lembaga penegak hukum negara-engara pantai di kawasan untuk lebih meningkatkan pengawasan dan patroli demi menanggulangi pembajakan. Lembaga yang berkantor di Singapura itu juga meminta negara-negara di sekitar Selat Singapura meningkatkan koordinasinya untuk mengantisipasi hal serupa agar tak terulang lagi. (rds/evn)