Seperti dilansir Associated Press, meski Jepang adalah sekutu Amerika Serikat, tetapi mereka tidak tergabung dalam pasukan koalisi AS yang ditempatkan di Timur Tengah. Diduga hal ini adalah upaya Jepang untuk mencoba terlihat netral karena mereka membeli minyak dari Iran.
Padahal, AS menjatuhkan sanksi dan embargo ekspor impor terhadap Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jepang tidak akan mendekati Selat Hormuz yang menjadi lokasi operasi pasukan koalisi AS.
Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, dilaporkan sudah menjelaskan rencana itu saat Presiden Iran, Hassan Rouhani mengunjungi Tokyo pekan lalu. Jepang selama ini mencoba mempertahankan hubungan baik dengan AS dan Iran, dan berusaha menjadi penengah di antara kedua negara yang bertikai tersebut.
[Gambas:Video CNN]
Sebanyak 80 persen kebutuhan energi Jepang bergantung dari pasokan minyak Timur Tengah. Pada Juni lalu, sebuah kapal tanker Jepang diserang di Teluk Oman.
AS menuduh Iran dalang serangan itu, dan meminta Jepang bergabung dengan pasukan koalisi mereka.
Kebijakan ini juga menjadi babak baru peran militer Jepang yang sangat dibatasi setelah Perang Dunia II. Menurut undang-undang dasar Jepang, kekuatan militer mereka hanya akan digunakan untuk mempertahankan diri dan tidak bersifat ekspansif.
Akan tetapi, Abe memutuskan mulai memperluas kapasitas angkatan bersenjata Jepang dalam beberapa tahun belakangan. (ayp)