Eks Menteri Informasi Vietnam Divonis Penjara Seumur Hidup

CNN Indonesia | Minggu, 29/12/2019 05:35 WIB
Eks Menteri Informasi Vietnam Divonis Penjara Seumur Hidup Ilustrasi. (Istockphoto/Wavebreakmedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengadilan Vietnam menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup terhadap mantan menteri komunikasi Nguyen Bac Son, Sabtu (28/12).

Bac Son bersama mantan menteri lainnya, Truong Minh Tuan, dinyatakan bersalah karena menerima suap sebesar US$3,2 juta atau sekitar Rp44 miliar terkait pembelian perusahaan TV yang merugi pada 2015.

Keduanya memfasilitasi kesepakatan di perusahaan telekomunikasi negara Mobifone untuk membeli stasiun TV tersebut sehingga merugikan negara sekitar US$300 juta atau sekitar Rp4,1 triliun.

Hakim menyatakan keduanya menerima uang dari Pham Nhat Vu, direktur perusahaan TV Audio Visual Global.


"Perilaku terdakwa menimbulkan citra buruk di masyarakat dan yang mengakibatkan kerugian besar bagi negara," kata media pemerintah mengutip putusan tersebut seperti dilansir dari AFP.

[Gambas:Video CNN]
Son menjabat sebagai menteri dari 2011-2016, dijatuhi hukuman penjara seumur, sementara Tuan yang menggantikannya sebagai menteri hingga dipecat pada Juli tahun lalu divonis 14 tahun penjara.

Son dilaporkan mengakui kesalahan di muka sidang dan meminta keringanan hukuman. "Sementara Tuan mengaku malu atas kesalahannya", kata media Vietnam Tuoi Tre.

Vonis seumur hidup untuk Son ini lebih kecil dari tuntutan jaksa yang mengusulkan hukuman mati. Hukuman menjadi lebih ringan setelah dia mengembalikan uang tersebut pada Jumat kemarin sebelum putusan dibacakan.

Terdakwa lain, Vu dijatuhi hukuman tiga tahun penjara, sementara 11 pejabat lainnya yang terlibat suap tersebut dihukum antara dua dan 23 tahun.

Saudara Vu, Pham Nhat Vuong adalah lelaki terkaya di Vietnam dengan aset bernilai miliaran dolar yang memiliki bisnis di bidang perumahan, resor, pertanian, sekolah, pusat perbelanjaan, dan mobil.

Vietnam merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia, telah lama dirongrong korupsi. Transparency International menempatkan negara itu di urutan 117 dari 180 indeks korupsi. (dea)