Rusia Operasikan Rudal Hipersonik Avangard

CNN Indonesia | Minggu, 29/12/2019 00:20 WIB
Rusia Operasikan Rudal Hipersonik Avangard Ilustrasi rudal. (CNN).
Jakarta, CNN Indonesia -- Rusia mulai mengoperasikan rudal hipersonik baru miliknya, Avangard. Senjata baru tersebut diklaim Rusia memiliki kemampuan 20 kali lebih cepat dari kecepatan suara.

Dilansir dari CNN, Sabtu (28/12), Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu membenarkan bahwa rudal berkemampuan nuklir itu telah dioperasikan.

"Selamat kepada semua orang dengan peristiwa penting ini untuk negara kita dan untuk angkatan bersenjatanya," kata dia.


Hipersonik didefinisikan memiliki kecepatan Mach 5 atau lebih dari 3.806 mph. Rudal itu terbang ke luar angkasa setelah diluncurkan, tetapi kemudian turun dan terbang dengan kecepatan tinggi di jalur penerbangan yang mirip dengan pesawat terbang.


Lintasan yang lebih rendah membuat rudal itu lebih sulit untuk dideteksi oleh satelit dan radar pertahanan rudal AS.

Laporan sebelumnya dari kantor berita negara Rusia, TASS mengklaim Avangard memiliki jangkauan antarbenua dan kemampuan untuk terbang secepat Mach 20, lebih dari 15.000 mph.

Rusia mengumumkan pengujian sistem rudal Avangard pada tahun 2018. Ketika itu, Presiden Vladimir Putin menyebut Avangard merupakan rudal yang canggih karena kemampuannya untuk menghindari radar pertahanan AS. Ia juga secara terbuka menyatakan negaranya sedang mengembangkan drone hipersonik bawah air.

"Tidak ada satu negara pun yang memiliki senjata hipersonik, apalagi senjata hipersonik rentang benua," kata Putin pada pertemuan dewan Kementerian Pertahanan Rusia.


Tetapi analis militer AS skeptis dengan militer Rusia yang mengklaim tentang kemampuan rudal hipersonik itu. Belum lagi Rusia juga mengalami kemunduran yang signifikan, termasuk kecelakaan mematikan awal tahun ini pada serangkaian uji coba militer.

Menurut TASS, pejabat inspeksi AS sudah diperlihatkan mengenai perkembangan terbaru dari sistem rudal Avangard pada akhir November, sesuai dengan pakta pengurangan senjata strategis antara kedua negara (New START).

Seperti Rusia, AS dan Cina juga diketahui sedang mengerjakan proyek hipersonik. China mengatakan, pada Agustus lalu pihaknya telah berhasil menguji pesawat hipersonik. Sementara Angkatan Udara AS telah memberikan kontrak kepada Lockheed Martin untuk mengembangkan rudal serupa pada awal tahun ini.

[Gambas:Video CNN] (CNN/yoa/osc)