KILAS INTERNASIONAL

Senjata Nuklir Korut Sampai Tamparan Paus Fransiskus

CNN Indonesia | Jumat, 03/01/2020 07:53 WIB
Senjata Nuklir Korut Sampai Tamparan Paus Fransiskus Ilustrasi rudal Korea Utara. (AFP Photo/Jung Yeon-je)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Rabu (1/1) kemarin. Mulai dari Korea Utara bakal lanjutkan program senjata nuklir sampai Pemimpin Tahta Suci Vatikan, Paus Fransiskus, menampar tangan seorang jemaat. CNNIndonesia.com merangkum sejumlah kejadian tersebut dalam kilas internasional.


1. Korut Cabut Moratorium Nuklir, Siap Uji Senjata Baru

Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, menyatakan mencabut penghentian sementara (moratorium) pengembangan senjata nuklir dan rudal balistik antarbenua (ICBM) pada awal 2020, dan mengabaikan sanksi Amerika Serikat. Dia bahkan menjanjikan akan segera memperlihatkan senjata baru, dan tidak peduli dengan ancaman sanksi yang lebih berat lagi.


Pernyataan itu disampaikan dalam pidato kenegaraan di awal 2020 pada Rabu (1/1) kemarin yang dibacakan oleh pembaca berita senior kantor berita KCNA, Ri Chun Hee.

"Kami merasa sudah tidak mempunyai alasan lagi untuk terikat dalam sebuah komitmen. Dunia akan menyaksikan senjata strategis baru milik Republik Rakyat Demokratik Korea tak lama lagi," kata Kim dalam pidato, seperti dilansir kantor berita KCNA dan dikutip AFP, Kamis (2/1).


2. Milisi Syiah Irak Serbu dan Rusak Kedutaan AS di Baghdad

Ratusan simpatisan dan anggota milisi Syiah Irak menyerbu gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad pada Rabu (1/1) kemarin. Kondisi itu diduga dipicu serangan AS terhadap markas salah satu kelompok milisi Syiah di Irak, Kataib Hizbullah, pada akhir pekan lalu yang mengakibatkan 25 anggota mereka meninggal.

Seperti dilansir Associated Press, Kamis (2/1), ratusan anggota milisi Syiah Irak tersebut menerobos kedubes AS setelah sebelumnya melakukan unjuk rasa menentang serangan tersebut sejak Selasa hingga bermalam di luar gedung. Mereka lantas merusak ruang penerimaan tamu serta memecahkan seluruh kaca jendela.

[Gambas:Video CNN]

Massa juga mencoret-coret dinding bangunan yang menyatakan mengecam serangan tersebut. Mereka juga sempat melempari batu kepada anggota Korps Marinir AS yang menjaga bangunan tersebut.

Marinir AS lantas menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Dalam bentrokan itu tidak ada korban dari kedua belah pihak.


3. Terjerat Kasus Korupsi, Netanyahu Minta Kekebalan Hukum

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memohon kekebalan hukum kepada parlemen (Knesset) dari jerat kasus korupsi dan penyalahgunaan wewenang yang didakwakan kepadanya di pengadilan. Dia beralasan masih ingin memimpin negara itu dalam beberapa tahun mendatang.

Seperti dilansir CNN, Kamis (2/1), permintaan itu disampaikan oleh Netanyahu kepada Knesset para Rabu malam waktu setempat. Sampai saat ini dia menyatakan tidak bersalah terkait tiga kasus korupsi tersebut.

[Gambas:Video CNN]

"Kekebalan hukum diperuntukkan bagi pejabat publik yang terpilih melalui pemilihan umum dari perkara hukum yang dibuat-buat, dan pengadilan politik yang ditujukan untuk merusak kepercayaan masyarakat. Hukum ini dimaksudkan untuk memastikan mereka yang terpilih bisa melayani sesuai harapan masyarakat, bukan untuk harapan penegak hukum," ujar Netanyahu.

Permintaan Netanyahu meminta kekebalan hukum dikecam oleh pesaing politiknya, Benny Gantz.

"Kini tinggal memilih apakah keinginan Netanyahu atau rakyat yang akan menang. Apakah nantinya akan muncul pemerintah yang kebal hukum atau pemerintah yang menyatukan. Apakah nantinya muncul Kerajaan Netanyahu atau tetap Negara Israel," kata Gantz.


4. Paus Fransiskus Tampar Tangan Jemaat Lalu Minta Maaf

Pemimpin Tahta Suci Vatikan, Paus Fransiskus, tertangkap kamera menampar tangan seorang perempuan yang menarik tangannya saat menghampiri kerumunan umat Katolik di Vatikan, Rabu (1/1). Namun, dia mengungkapkan permintaan maaf setelah kejadian tersebut.

"Kita kerap kehilangan kesabaran berkali-kali. Begitu juga dengan saya. Saya minta maaf atas contoh buruk yang diberikan kemarin," kata Pemimpin Umat Katolik itu sebelum memimpin Misa.

[Gambas:Video CNN]

Kejadian itu berlangsung ketika Paus menghampiri kerumunan orang dan menyapa mereka. Ia lantas menyalami deretan orang-orang itu termasuk anak-anak yang sangat senang melihatnya.

Ketika Paus memegang tangan seorang wanita, wanita itu tampak menarik tangannya hingga membuatnya hampir tersungkur. Paus lalu terlihat kesal dan menampar tangan wanita itu dua kali dan langsung berbalik melanjutkan perjalanannya menuju Santo Petrus. (ayp/ayp)