Infeksi wabah pneumonia yang masih misterius itu kali pertama dilaporkan di kawasan Wuhan, China tengah.
"Kami telah mengecualikan beberapa hipotesis, pada fakta tertentu bahwa ini adalah flu, flu bruung, adenovirus, atau sindrom pernapasan akut (SARS) atau MERS," demikian pernyataan Komisi Kesehatan Wuhan seperti dilansir AFP, Minggu (5/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Infeksi wabah itu sendiri menyebar kurun waktu 12-29 Desember 2019. Itu diketahui setelah beberapa pasien yang bekerja di pasar ikan terkena wabah tersebut. Walhasil, pasar ikan tersebut pun ditutup sementara untuk penyemprotan cairan disinfektan.
Dari hasil penelitian didapati bahwa Infeksi itu tidak menular antarmanusia. Selain itu, WHO menyatakan dari hasil ronsen ditemukan terdapat luka pada kedua paru-paru.
[Gambas:Video CNN]
Pada 2003 silam, China dipukul penyebaran virus flu SARS. Kala itu, di daratan utama China tewas 349 orang akibat virus SARS. Sementara itu, di Hong Kong ada 299 yang tewas.
China sendiri telah mengumumkan bebas dari wabah SARS pada Mei 2004 silam.