China Bantah Wabah Pneumonia Akibat Virus Flu seperti SARS

CNN Indonesia | Senin, 06/01/2020 04:39 WIB
China Bantah Wabah Pneumonia Akibat Virus Flu seperti SARS Bendera China. (AFP PHOTO / ATTILA KISBENEDEK)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah China membantah wabah pneumonia misterius sebagai flu--seperti virus SARS. Saat ini setidaknya sudah 59 orang menjadi korban wabah pneumonia itu sehingga mengingatkan publik akan penyebaran virus SARS yang membunuh ratusan orang di China lebih dari sedekade lalu.

Infeksi wabah pneumonia yang masih misterius itu kali pertama dilaporkan di kawasan Wuhan, China tengah.

"Kami telah mengecualikan beberapa hipotesis, pada fakta tertentu bahwa ini adalah flu, flu bruung, adenovirus, atau sindrom pernapasan akut (SARS) atau MERS," demikian pernyataan Komisi Kesehatan Wuhan seperti dilansir AFP, Minggu (5/1).


Secara terpisah, kepolisian Wuhan pada Rabu lalu menyatakan telah mengamankan delapan orang yang melakukan publikasi informasi salah mengenai wabah pneumonia tersebut.

Komisi kesehatan Wuhan menyatakan dari 59 pasien wabah pneumonia misterius tersebut, tujuh di antaranya mendapatkan perawatan serius. Selain itu, mereka semua pun menjalani karantina.

Infeksi wabah itu sendiri menyebar kurun waktu 12-29 Desember 2019. Itu diketahui setelah beberapa pasien yang bekerja di pasar ikan terkena wabah tersebut. Walhasil, pasar ikan tersebut pun ditutup sementara untuk penyemprotan cairan disinfektan.

Dari hasil penelitian didapati bahwa Infeksi itu tidak menular antarmanusia. Selain itu, WHO menyatakan dari hasil ronsen ditemukan terdapat luka pada kedua paru-paru.

[Gambas:Video CNN]
Pada 2003 silam, China dipukul penyebaran virus flu SARS. Kala itu, di daratan utama China tewas 349 orang akibat virus SARS. Sementara itu, di Hong Kong ada 299 yang tewas.

China sendiri telah mengumumkan bebas dari wabah SARS pada Mei 2004 silam.

(AFP/kid)