Enggan Terseret Konflik, Pakistan Minta AS-Iran Redakan Tensi

CNN Indonesia | Selasa, 07/01/2020 09:53 WIB
Enggan Terseret Konflik, Pakistan Minta AS-Iran Redakan Tensi Jenazah Qasem Soleimeni diarak sebelum dikebumikan pada Selasa (7/1). (Foto: HOSSEIN MERSADI / fars news / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mehmood Qureshi memastikan pihaknya tidak akan terseret dalam konflik yang tengah memanas antara Iran dan Amerika Serikat.

Sebaliknya, ia menyatakan Pakistan meminta agar kedua negara menurunkan tensi ketegangan pasca tewasnya Mayjen Qasem Soleimani, Jumat (3/1) pekan lalu.

"Kami tidak akan terseret dalam upaya konflik yang memanas, kami juga tidak akan membiarkan tanah air kami digunakan untuk melawan negara lain sebagai bagian dari kebijakan untuk mencegah ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah," kata Qureshi seperti dilansir AFP.

Ia mengatakan potensi konflik yang memanas antar AS dan Iran akan turut memengaruhi Pakistan.


Diketahui Pakistan berbagi perbatasan seluas 997 kilometer dengan Iran. Dalam beberapa dekade terakhir, baik Iran maupun Pakistan berupaya menyeimbangkan hubungan antar kedua negara.
[Gambas:Video CNN]
Pasukan keamanan Pakistan yang mayoritas Sunni melakukan pengawasan terhadap Syiah garis keras yang diyakini menempuh perjalanan ke Timur Tengah untuk menempuh pelatihan dari milisi Iran.

Tahun lalu, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menempuh perjalanan ke Arab Saudi dan Iran untuk meredakan ketegangan antara kedua negara.

Kematian Soleimani dikhawatirkan memengaruhi situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Pria 62 tahun itu dinyatakan tewas setelah mendapat serangan drone nirawak Amerika Serikat ketika baru mendarat di bandara internasional Irak. Jasad Soleimani dikenali dari cincin yang dikenakannya.

Jenazah Soleimani rencananya akan dikebumikan pada Selasa (7/1) di kampung halamannya di kota Kerman. Sehari sebelumnya jasadnya disemayamkan di sebuah kuil Syiah di kota suci Qom, selatan Teheran. (evn)