Presiden Brasil Dukung Trump Terkait Serangan ke Iran

CNN Indonesia | Selasa, 07/01/2020 23:46 WIB
Presiden Brasil, Jair Bolsonaro mendukung keputusan Presiden AS, Donald Trump terkait serangan drone nirawak yang menewaskan Jenderal Iran, Qasem Soleimani. Presiden Brasil, Jair Bolsonaro. (Foto: Mauro Pimentel / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Brasil, Jair Bolsonaro dukung keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait serangan drone nirawak yang menewaskan Jenderal Iran, Qasem Soleimani. Sikap Bolsonaro ini menuai kontroversi di tengah kecaman luas atas serangan AS tersebut.

Bolsonaro berdalih sikap Trump sebagai upaya tepat untuk melawan 'terorisme'.

"Kami tidak terima aksi terorisme. Jika kami memiliki teroris di Brasil, kami akan membawanya ke ranah hukum," ucap Bolsonaro dihadapan media di Brasil seperti dilansir AFP.


Sikapnya ini berbanding terbalik dengan respons kebanyakan negara yang meminta AS dan Iran menurunkan ketegangan dan tidak menyusun rencana untuk saling melancarkan serangan.

Lebih lanjut, ia juga menyebut jika lonjakan harga minyak dunia yang terjadi baru-baru ini tidak ada kaitannya dengan meningkatnya ketegangan Washington dan Teheran.

[Gambas:Video CNN]

"Saya akui bahwa harga minyak melonjak. Tapi tampaknya dampaknya tidak begitu besar [dari ketegangan AS-Iran]. Tampaknya harga minyak akan kembali stabil," ujarnya.

Trump dan Bolsonaro merupakan sekutu yang saling mendukung untuk melanggengkan kekuasaan di negara masing-masing. Keduanya tidak percaya terhadap pemberitaan media arus utama dan Bolsonaro juga mendukung Trump pada Pemilu AS, November mendatang.

Kematian Soleimani akibat serangan yang dilakukan AS dikhawatirkan memengaruhi situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Terlebih Pemimpin Tertinggi Ira, Ayatollah Ali Khamenei telah bersumpah untuk membalas dendam dengan seberat-beratnya serangan AS yang menewaskan Soleimani ketika baru mendarat di Baghdad, Irak pada Jumat (3/1) pekan lalu.

Jenazah Solemani rencananya akan dikebumikan hari ini, Selasa (7/1) di kampung halamannya di kota Kerman. Sehari sebelumnya, jasad pria 62 tahun itu disemayamkan di sebuah kuil Syiah di kota suci Qom, selatan Teheran. (AFP/evn)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK