Di bawah undang-undang yang baru diadopsi itu, Iran menganggap seluruh pasukan AS, pegawai Kementerian Pertahanan AS, dan organisasi terkait termasuk komandan dan semua yang memerintahkan pembunuhan Soleimani sebagai teroris.
"Setiap bantuan terhadap pasukan-pasukan ini, termasuk militer, intelijen, keuangan, teknis, layanan, atau, logistik, akan dianggap sebagai kerja sama dalam aksi terorisme," kata parlemen Iran pada Selasa (7/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rapat itu, dilansir AFP, parlemen juga sepakat menambah anggaran pasukan elit militer, Pasukan Quds, yang dipimpin Soleimani selama 20 tahun terakhir hingga sesaat sebelum tewas dibunuh.
[Gambas:Video CNN]
Soleimani dikenali dari cincin yang dikenakannya saat tewas terbunuh di luar bandara Baghdad dalam serangan drone nirawak yang diperintahkan Presiden AS Donald Trump.
Trump berdalih serangan tersebut dilakukan lantaran Soleimani telah merencanakan serangan yang bisa mengancam warga dan aset AS di Timur Tengah.
Kematian Soleiman turut memicu kekhawatiran internasional akan perang baru di Timur Tengah. (rds/evn)