Beredar Video Pesawat Ukraina Diduga Ditembak Rudal di Iran

CNN Indonesia | Jumat, 10/01/2020 12:16 WIB
Beredar Video Pesawat Ukraina Diduga Ditembak Rudal di Iran Lokasi kecelakaan pesawat Ukraiana. (AP Photo/Ebrahim Noroozi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah video yang diduga detik-detik pesawat Ukraina ditembak rudal di langit Teheran, Iran, tersebar di media.

Sebuah video yang didapat CNN menunjukkan sebuah rudal ditembakkan ke atas langit Teheran pada Rabu (8/1) pagi. Tak lama, rudal itu terlihat menabrak objek yang diduga pesawat di langit. 

Di saat yang bersamaan, laporan muncul bahwa pesawat maskapai Ukraine International Airlines jatuh tak lama setelah lepas landas di Bandara Imam Khomenei, Teheran.

Meski begitu, CNN tidak bisa memverifikasi keaslian video tersebut. Tapi, sejumlah gedung yang masuk dalam rekaman gambar itu tampak sama seperti beberapa gedung yang ada di pinggiran Teheran, tepatnya Parand.


Sementara, pesawat Boeing 737 tersebut juga jatuh tepat di utara pinggiran Teheran. Video itu didapat oleh Nariman Gharib yang mengirimkan rekaman-rekaman itu kepada CNN dan New York Times
[Gambas:Video CNN]
CNN telah menanyakan Gharib lebih lanjut terkait siapa yang mengambil video itu dan bagaimana ia mendapatkannya. Namun, Gharib sampai saat ini belum memberi tanggapan.

Video itu muncul tak lama setelah media AS dan sejumlah negara Barat seperti Inggris dan Kanada menuding pesawat Ukraina itu jatuh karena ditembak rudal Iran secara tidak sengaja.

Maskapai Ukraine International Airlines jatuh tidak lama setelah lepas landas pada Rabu (8/1) pagi waktu setempat. Seluruh 176 penumpang dan kru pesawat jenis Boeing 737 itu tewas di tempat.

Iran telah menemukan kotak hitam pesawat itu, namun menolak diberikan kepada Amerika Serikat. Teheran ingin kotak hitam itu diselidiki oleh negara lain selain AS.

Laporan yang dirilis otoritas penerbangan Iran mengungkapkan bahwa pesawat itu sempat berputar balik ke arah bandara sebelum jatuh. Pilot dilaporkan tidak mengirimkan pesan radio terkait kemungkinan kerusakan pesawat.

Insiden ini terjadi ketika ketegangan antara Teheran dan Washington kembali memanas terutama setelah serangan drone AS menewaskan jenderal Iran, Qasem Soleimani, di Irak. (dea)