Operator Rudal Iran Tembak Pesawat Usai Komunikasi Putus

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 11/01/2020 18:33 WIB
Operator Rudal Iran Tembak Pesawat Usai Komunikasi Putus Komandan angkatan udara Garda Revolusi Iran Amir Ali Hajizadeh menjelaskan kronologi penembakan pesawat komersial Ukraina oleh militer Iran. (ATTA KENARE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komandan Angkatan Udara Garda Revolusi Iran menyatakan unit pasukan di bawah kendalinya bertanggung jawab menembak jatuh pesawat Ukraina dengan rudal.

"Saya berharap saya bisa mati dan tidak menyaksikan kecelakaan seperti ini," kata Jenderal Amir Ali Hajizadeh, dalam video yang diunggah televisi Iran pada Sabtu (11/1), dan dikutip dari AFP.

Hajizadeh menjelaskan bahwa operator rudal coba menghubungi komandannya sebelum menembakkan serangan. Namun, komunikasi yang terputus membuat operator rudal mengambil keputusan langsung melancarkan tembakan.

Hajizadeh juga menjelaskan bahwa rudal yang ditembakkan meledak di samping pesawat dan menyebabkan pesawat terjatuh dan menewaskan 176 penumpang.


"Ini rudal jarak pendek yang meledak dekat pesawat. Ini sebabnya pesawat terus terbang setelahnya," ujarnya.

"Pesawat meledak ketika terjatuh ke bumi."

Beberapa jam sebelumnya, angkatan bersenjata Iran telah mengeluarkan pernyataan resmi tidak sengaja menembak pesawat Ukraina karena salah mengira pesawat akan melakukan serangan.

Mereka juga menyebut kesalahan tersebut karena faktor manusia dan terdorong oleh peningkatan aktivitas penerbangan militer Amerika Serikat di titik-titik strategis Iran.

Dalam kondisi penuh tekanan itu, menurut pernyataan Angkatan Bersenjata Iran, maskapai Ukraina dengan nomor penerbangan PS752 terbang mendekati pusat militer IRGC (Islamic Revolutionary Guard Corps/Garda Revolusi Iran), dengan kecepatan dan ketinggian mirip dengan pesawat yang akan melakukan serangan.

Presiden Iran Hassan Rouhani telah meminta maaf atas insiden tersebut dan berjanji akan mengadili pihak yang bertanggung-jawab.

[Gambas:Video CNN] (din/vws)