AS Pulangkan Prajurit Saudi Akibat Penembakan di Florida

CNN Indonesia | Senin, 13/01/2020 21:14 WIB
AS memulangkan lusinan prajurit Arab Saudi usai penembakan di pangkalan AL di Florida. AS memulangkan lusinan prajurit Arab Saudi usai penembakan di pangkalan AL di Florida. (Ilustrasi/Istockphoto/ Ipopba)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Amerika Serikat memutuskan memulangkan sekitar lusinan serdadu Arab Saudi yang sedang menempuh pendidikan di negara itu. Menurut sumber yang dikutip CNN, Senin (13/1), keputusan itu diambil usai kejadian penembakan yang dilakukan oleh seorang pilot Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi, Letnan Mohammed Alshamrani, yang menewaskan tiga pelaut dan melukai enam orang di Pangkalan Udara Angkatan Laut Pensacola, Florida, pada 6 Desember 2019.

"Terkait dengan penembakan Pensacola, Kementerian Pertahanan melarang seluruh siswa asal Arab Saudi mengikuti pelatihan untuk sementara waktu, sambil kami melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program pendidikan perwira asing," kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan AS (Pentagon), Letkol. Robert Carver.


Menurut sumber CNN, alasan pemulangan sejumlah prajurit Saudi itu bukan karena mereka membantu Alshamrani beraksi, tetapi diduga mereka terkait dengan gerakan ekstremis. Selain itu, beberapa prajurit dan perwira diketahui menyimpan koleksi film cabul yang diperankan anak-anak.


Akan tetapi, sampai saat ini Biro Penyelidik Federal (FBI) dan Kementerian Hukum AS menolak berkomentar terkait hal tersebut.

"Proses pelatihan untuk mereka sampai saat ini masih ditangguhkan karena kami menerapkan prosedur keamanan dan pemeriksaan latar belakang yang baru," ujar Carver.

Sampai saat ini sekitar dua lusin prajurit Saudi yang sedang menempuh pendidikan di Pensacola dikarantina di asrama khusus, karena FBI sedang menggelar penyelidikan. Pentagon akan meninjau ulang seluruh program pelatihan para perwira dan prajurit Saudi yang berjumlah 850 orang di seluruh AS.

[Gambas:Video CNN]

Menurut Kementerian Hukum AS, sampai saat ini mereka menetapkan penembakan yang dilakukan Alshamrani sebagai tindakan teror. Pelaku lantas tewas ditembak polisi.

Alshamrani disebut sempat mencuit melalui akun Twitter bahwa dia akan melakukan penembakan itu karena AS adalah "negara iblis".

Sebelum penembakan, dia dilaporkan sempat marah akibat diejek oleh instrukturnya.

Dalam laporannya, dia mengadu karena dijuluki "pornstache" oleh sang pelatih yang menganggap kumis Alshamrani mirip dengan perawakan bintang film dewasa.


Laporan tersebut tidak merinci kapan peristiwa itu terjadi tetapi hanya disebutkan pada awal tahun 2019. (ayp/ayp)