Kawal Pasokan Minyak, Australia Kirim Kapal Perang ke Timteng

CNN Indonesia | Selasa, 14/01/2020 08:14 WIB
Australia mengirim kapal perang ke Selat Hormuz untuk menjaga jalur pasokan minyak bumi. Ilustrasi kapal tanker di perairan Teluk. Australia mengirim kapal perang ke Selat Hormuz untuk menjaga jalur pasokan minyak bumi. (ATTA KENARE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Australia dilaporkan mengirim kapal perang ke wilayah Selat Hormuz. Hal itu dilakukan dengan alasan untuk menjaga jalur pasokan minyak bumi Negeri Kanguru, di tengah situasi Timur Tengah yang sedang memanas.

"Selat Hormuz sangat penting bagi Australia dan kebebasan bernavigasi melintasi selat secara ekonomi sangat penting bagi kami. Sebagian besar pasokan minyak kami dibawa melalui jalur tersebut. Jadi keamanan dan perdamaian di Selat Hormuz penting bagi Australia dan dunia," kata Menteri Pertahanan Australia, Linda Reynolds, seperti dilansir Associated Press, Senin (13/1).


Angkatan Laut Australia mengirim kapal perang Her Majesty Australian Ship (HMAS) Toowoomba ke Selat Hormuz. Kapal itu akan bertolak dari Pangkalan AL Stirling dekat Perth.


Kapal tersebut membawa 200 awak dan akan bertugas selama enam bulan.

Linda menyatakan kapal tersebut juga bisa digunakan untuk mendukung pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat di Selat Hormuz. Saat ini mereka menggelar Operasi Manitou untuk menjaga jalur pelayaran kapal niaga.

"Kapal itu juga bisa digunakan untuk operasi memerangi perompak, pengedar narkoba, dan terorisme," ujar Linda.

[Gambas:Video CNN]

Langkah Australia ini mirip dengan Jepang yang juga mengerahkan kapal perangnya ke perairan Teluk.

Pemerintah Jepang menyetujui rencana untuk mengirim prajurit dan kapal perang Angkatan Laut ke Timur Tengah pada 27 Desember 2019. Mereka beralasan hal itu harus dilakukan untuk melindungi kapal tanker yang mengangkut minyak untuk Jepang, karena negara itu sangat tergantung dengan pasokan energi dari luar negeri.

Meski Jepang adalah sekutu Amerika Serikat, tetapi mereka menyatakan tidak akan bergabung dengan pasukan koalisi AS yang ditempatkan di Timur Tengah. Diduga hal ini adalah upaya Jepang untuk mencoba terlihat netral karena mereka juga bersahabat dengan Iran.

Jepang dilaporkan bakal mengerahkan sekitar 260 prajurit angkatan laut, satu kapal perusak, dan pesawat intai maritim Lockheed P-3C Orion. Pesawat itu akan ditugaskan untuk mengumpulkan informasi intelijen di Teluk Oman, Laut Arab, serta Selat Bab el-Mandeb yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden.


Jepang tidak akan mendekati Selat Hormuz yang menjadi lokasi operasi pasukan koalisi AS. (ayp/ayp)