Dilaporkan Associated Press, warga yang berada di radius 14 kilometer dari gunung Taal sudah dievakuasi. Gunung berapi seluas 311 meter ini juga masuk dalam kawasan berbahaya untuk segala bentuk aktivitas.
Aktivitas belajar mengajar dan kantor pemerintahan tutup sementara di beberapa kota, termasuk Manila akibat abu tebal dari erupsi gunung Taal. Sejauh ini belum ada laporan korban tewas lantaran bencana tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina mencatat aktivitas gunung Taal terus meningkat sejak Minggu (12/1) yang mengindikasikan magma masih akan naik ke permukaan. Kondisi gunung Taal saat ini berada di level 4 (erupsi berbahaya segera terjadi) dan mengindikasikan akan meningkat menjadi level 5 (terjadi letusan).
Gunung Taal terpantau menyemburkan lava panas setinggi 500 meter ke langit dengan semburan abu pekat mencapai ketinggian dua kilometer. Kolom abu vulkanik terpantau melintas dengan petir menyambar.
Tercatat lebih dari 200 gempa bumi terdeteksi mengguncang sekitar gunung Tall. Sekitar 81 gempa diantaranya dirasakan dengan intensitas ringan hingga tinggi.
Akibat letusan tersebut, bandara internasional Nino Aquino di Manila pada Minggu (12/1) sempat ditutup. Sekitar 500 jadwal penerbangan dari dan menuju Manila terpaksa dialihkan.
Gunung Taal terakhir erupsi pada 1965 hingga menewaskan ratusan warga. Taal merupakan gunung aktif kedua di Filipina. (ap/evn)