AS Dukung Eropa Desak Iran Patuhi Perjanjian Nuklir
CNN Indonesia
Rabu, 15 Jan 2020 16:59 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat mengaku mendukung tiga negara Eropa, Inggris, Prancis, dan Jerman mendesak Iran kembali sepenuhnya mematuhi perjanjian nuklir 2015.
Ketiga negara Eropa menyerukan hal itu menyusul keputusan Iran untuk kembali mengembangkan pengayaan uranium tanpa batas sebagai respons atas kematian perwira tinggi militer Mayor Jenderal Qasem Soleimani akibat serangan drone AS.
"Kami sepenuhnya mendukung keputusan E3 untuk memulai kembali merumuskan mekanisme penyelesaian masalah," kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan, Rabu (14/1) seperti dikutip dari AFP.
Dalam perjanjian itu diatur bahwa Iran harus membatasi pengayaan uranium hingga 3,67 persen, jauh dari keperluan mengembangkan senjata nuklir yaitu 90 persen. Ketiga negara itu mengatakan aktivitas Iran yang mempengaruhi stabilitas kawasan bisa diatasi bersama lewat jalur diplomasi.
[Gambas:Video CNN]
"Kami percaya tekanan diplomatik dan ekonomi dari negara-negara itu sangat diperlukan," kata pernyataan AS
(dea)
Ketiga negara Eropa menyerukan hal itu menyusul keputusan Iran untuk kembali mengembangkan pengayaan uranium tanpa batas sebagai respons atas kematian perwira tinggi militer Mayor Jenderal Qasem Soleimani akibat serangan drone AS.
"Kami sepenuhnya mendukung keputusan E3 untuk memulai kembali merumuskan mekanisme penyelesaian masalah," kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan, Rabu (14/1) seperti dikutip dari AFP.
Dalam perjanjian itu diatur bahwa Iran harus membatasi pengayaan uranium hingga 3,67 persen, jauh dari keperluan mengembangkan senjata nuklir yaitu 90 persen. Ketiga negara itu mengatakan aktivitas Iran yang mempengaruhi stabilitas kawasan bisa diatasi bersama lewat jalur diplomasi.
[Gambas:Video CNN]
"Kami percaya tekanan diplomatik dan ekonomi dari negara-negara itu sangat diperlukan," kata pernyataan AS
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT