Presiden Tsai Ing-wen ke China: Taiwan Sudah Merdeka

CNN Indonesia | Rabu, 15/01/2020 18:55 WIB
Presiden Tsai Ing-wen ke China: Taiwan Sudah Merdeka Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. (Sam Yeh / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengingatkan China bahwa negara mereka telah merdeka. Dia menegaskan segala upaya untuk menginvasi Taiwan akan dibayar mahal.

"Kami tidak perlu menyatakan diri kami sebagai negara merdeka, karena kami sudah merdeka," kata Tsai kepada BBC dikutip dari AFP, Rabu (15/1).

Tsai yang dikenal sangat anti-China terpilih menjadi presiden Taiwan untuk masa jabatan kedua dalam pilpres yang digelar Sabtu (11/1).

Tsai berhasil meraup 57 persen dari keseluruhan suara. Peserta pemilu kali ini pun mencetak rekor dengan 8,2 juta suara. Lebih banyak 1,3 juta suara dari kemenangan Tsai pada 2016 lalu.


Perolehan suara itu menjadi teguran keras bagi China bahwa rakyat Taiwan benar-benar ingin pemisahan.

Beijing menganggap Taiwan sebagai wilayah mereka dan bersumpah akan merebut, meski dengan kekerasan, terutama jika negara itu mendeklarasikan kemerdekaan.
[Gambas:Video CNN]
China merespons kemenangan Tsai dengan kemarahan. Dia mengancam siapapun yang mendorong pulau itu untuk merdeka.

"Memecah belah negara ini akan meninggalkan nama buruk yang abadi," kata Menteri Luar Negeri China Wang Yi.

Media pemerintah China juga menuduh Tsai memenangkan pemilu dengan curang, namun mereka tidak menyertai bukti.

Dalam wawancara usai pemilihan pada Sabtu lalu, Tsai mengatakan tidak perlu mengumumkan kemerdekaan secara resmi karena pulau itu sudah mandiri.

"Kami memiliki identitas terpisah dan kami adalah negara kami sendiri. Kami memiliki ekonomi yang cukup baik, dan layak mendapat respek dari China," kata Tsai.

Taiwan telah menjalankan pemerintahan sendiri sejak 70 tahun terakhir. Taiwan awalnya berada di bawah kediktatoran Chiang Kai-shek setelah kalah dalam perang pada 1949.

Namun sejak 1980-an, Taiwan berubah menjadi salah satu kawasan demokrasi paling progresif di Asia, meskipun hanya beberapa negara yang memiliki hubungan diplomatik dan mengakui kedaulatan. (dea)