"Mungkin," ujar Rouhani mengenai prospek dialog dengan dunia saat menyampaikan pidato yang disiarkan di televisi nasional Iran, sebagaimana dikutip AFP, Kamis (17/1).
Melanjutkan pidatonya, Rouhani berkata, "Pemerintah setiap harinya bekerja untuk mencegah konfrontasi militer atau perang."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, baru-baru ini tiga negara Eropa yakni Prancis, Inggris, dan Jerman secara resmi menuduh Iran melanggar perjanjian nuklir 2015.
[Gambas:Video CNN]
Meski demikian, ketiga negara Eropa itu menekankan bahwa tidak akan menerapkan tekanan maksimum terhadap Iran layaknya AS. Mereka berharap Iran kembali mematuhi komitmennya di bawah kesepakatan nuklir.
Di sisi lain, mantan Wakil Direktur Jenderal Badan Atom Internasional (IAEA) mengatakan bahwa mulai akhir Januari ini, Iran akan memiliki kapasitas untuk meledakkan bom nuklir.
Tak lama setelah itu, Iran dikabarkan memiliki kota rudal bawah tanah yang menampung ratusan peluru kendali dan roket berbahan bakar padat. Rudal-rudal itu dilaporkan siap ditembakkan dari lima tingkat beton di bawah tanah. (has)