Iran Disebut Punya Kota Rudal Bawah Tanah, Siap Ditembakkan

CNN Indonesia | Kamis, 16/01/2020 15:31 WIB
Iran dikabarkan memiliki kota rudal bawah tanah yang menampung ratusan peluru kendali dan roket berbahan bakar padat. Rudal-rudal itu siap ditembakkan. Ilustrasi rudal. (JUNG Yeon-Je / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Iran dikabarkan memiliki kota rudal bawah tanah yang menampung ratusan peluru kendali dan roket berbahan bakar padat. Rudal-rudal itu dikabarkan siap ditembakkan dari lima tingkat beton di bawah tanah.

Kantor berita Iran Tansim dilaporkan merilis sejumlah gambar yang menunjukkan "kota-kota rudal" itu. 

Menurut radio Farda, Tansim juga melaporkan bahwa dua dari 15 rudal yang ditembakkan ke basis Amerika Serikat di pangkalan udara Ain al-Assad dan Bandara Erbil di Irak beberapa waktu lalu berasal dari situs tersebut. 

Komandan Angkatan Udara Pasukan Garda Revolusi Iran, Ali Hajizadeh, mengklaim bahwa depot-depot rudal Iran itu tersebar di berbagai negara di sebuah bungker yang tersembunyi 500 meter di bawah tanah di pegunungan Iran.


Selama enam tahun terakhir, militer Iran memang mengklaim telah membangun tiga kota rudal bawah tanah. Angkatan bersenjata negara Timur Tengah itu juga pernah merilis sejumlah gambar yang menunjukkan terowongan yang dipenuhi roket berbahan bakar padat serta rudal balistik jarak menengah.
[Gambas:Video CNN]
Penyingkapan gudang rudal bawah tanah ini berlangsung ketika ketegangan antara Iran dan negara Barat khususnya Amerika Serikat terus meningkat setelah kematian jenderal Iran, Qasem Soleimani.

Soleimani tewas oleh serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad, Irak. Sejak itu, Iran beberapa kali meluncurkan serangan rudal dan roket terhadap basis militer dan kedubes AS di Irak.

Selain itu, baru-baru ini tiga negara Eropa yakni Prancis, Inggris, dan Jerman secara resmi menuduh Iran melanggar perjanjian nuklir 2015.

Meski begitu, ketiga negara Eropa itu menekankan bahwa tidak akan menerapkan tekanan maksimum terhadap Iran layaknya AS. Prancis, Inggris, Jerman berharap Iran kembali mematuhi komitmennya di bawah kesepakatan nuklir.

Dikutip Jerusalem Post, mantan Wakil Direktur Jenderal Badan Atom Internasional (IAEA) mengatakan bahwa mulai akhir Januari ini, Iran akan memiliki kapasitas untuk meledakkan bom nuklir.

Perkiraan itu lebih singkat daripada yang ditetapkan intelijen Israel, musuh bebuyutan Iran. (rds/dea)