Istana yang juga ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO itu mengonfirmasi bahwa insiden foto tersebut terjadi pada hari Senin (13/1), hari di saat lokasi tersebut biasanya tutup.
Lihat juga:Menjamah 'Jantung' Kota Terlarang |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari AP, empat foto yang diunggah di media sosial itu memperlihatkan dua perempuan mengenakan kacamata hitam dan berdiri di depan Marcedez-Benz jenis SUV di alun-alun Kota Terlarang yang biasanya dipenuhi oleh turis.
Kota Terlarang biasanya dijaga ketat dan terlarang bagi kendaraan. (AFP PHOTO / NICOLAS ASFOURI) |
Untuk masuk ke Istana yang pernah jadi tempat Dinasti Ming dan Qing memerintah China selama sekitar 5 abad itu, seluruh pengunjung diharuskan masuk dengan berjalan kaki. Tahun lalu, wisatawan yang berkunjung ke lokasi ini mencapai 19 juta orang.
Meski foto kontroversial tersebut dihapus sesaat setelah diunggah di Weibo, kemarahan publik telanjur tersulut. Masyarakat China mempertanyakan bagaimana kedua perempuan tersebut dapat masuk dengan berkendara ke Forbidden City yang dikawal dengan sangat ketat.
Lihat juga:Kota Terlarang Mulai Batasi Jumlah Wisatawan |
"Kelakuan seperti ini melukai warga negara China," kata salah seorang netizen.
"Bahkan para pemimpin luar harus turun dari kendaraan mereka untuk masuk ke dalam," sebut pengguna Weibo dengan nama Maomao.
[Gambas:Video CNN]
Sebuah foto kemudian diunggah yang memperlihatkan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya Brigitte berjalan kaki saat mengunjungi Istana Terlarang dua tahun lalu.
AP melansir bahwa seorang pria yang diidentifikasi sebagai pemilik kendaraan tersebut mengatakan kepada Beijing News bahwa wanita itu adalah seorang teman yang diundang ke sebuah acara di istana tersebut. Beberapa tamu, kata dia, diizinkan berkendara ke halaman.
(wel/afp/ap/arh)
Kota Terlarang biasanya dijaga ketat dan terlarang bagi kendaraan. (