Dikutip dari AFP, Macron dan istrinya, Brigitte, mulanya tengah menonton pertunjukan "The Fly", di Bouffes du Nord, Paris, Jumat (17/1) malam. Sekitar 30 orang pedemo kemudian mendatangi teater itu dan mencoba masuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Macron dan Brigitte diamankan selama beberapa menit, sebelum kemudian keduanya kembali ke kursi teater mereka untuk menyelesaikan menonton pertunjukan.
Pedemo 'rompi kuning' diserbu oleh gas air mata dari polisi. (AFPTV) |
Pada Sabtu (18/1), para demonstran kembali meneriakkan beraksi menentang Macron. Mereka meneriakkan slogan-slogan kecaman terhadap polisi, Macron, dan program reformasi pensiunnya yang telah memicu pemogokan transportasi Prancis terlama dalam beberapa dekade.
"Jalanan adalah milik kita," seru beberapa pengunjuk rasa. "Macron, kami akan datang untukmu, ke rumahmu," ucap demonstran lainnya.
Polisi mengatakan 15 orang ditangkap setelah polisi mencoba membubarkan kerumunan di sentra unjuk rasa di Paris utara. Gas air mata pun dilontarkan di tengah hujan proyektil.
Aksi unjuk rasa itu terjadi pada hari ke-45 pemogokan yang melumpuhkan lalu lintas kereta api dan metro dan mengakibatkan jutaan penumpang di Paris telantar.
[Gambas:Video CNN]
Reformasi Macron bertujuan untuk menyatukan sistem pensiun dari yang sebelumnya 42 sistem terpisah.
Berbagai sistem yang ada saat ini menawarkan pensiun dini dan manfaat lainnya bagi beberapa pekerja sektor publik, pengacara, ahli terapi fisik, dan bahkan karyawan Opera Paris.
Para kritikus mengatakan reformasi pensiun itu akan memaksa jutaan orang untuk bekerja lebih lama namun dengan pensiun yang lebih kecil.
Annie Moukam (58), seorang guru, mengatakan terlalu banyak orang di Prancis menderita.
"Kami tercekik oleh pemerintah yang ingin membuat kami berlutut," kata Moukam.
"Tidak mungkin dia (Macron) menyentuh pensiun kami. Kami telah bekerja sepanjang hidup kami untuk bisa pensiun dengan hormat," katanya.
(afp/arh)
Pedemo 'rompi kuning' diserbu oleh gas air mata dari polisi. (