Kantor berita Filipina (PNA) mencatat lebih dari 50 ribu keluarga atau sekitar 203.763 orang yang berada di tiga provinsi. Provinsi yang terimbas termasuk Batangas, Cavite, dan Laguna.
Badan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) mengatakan sekitar 26.767 keluarga atau sekitar 104.377 orang telah menempati sekitar 408 titik evakuasi yang dibangun pemerintah. Sementara sekitar 17.391 keluarga atau 69.755 orang berada di area lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepekan setelah erupsi, Direktur Institut Vulkanologi dan Seismologi (Phivolcs) Renato Solidum Jr mengingatkan perlunya evakuasi total di zona berbahaya. Gunung Taal hingga Senin (20/1) tercatat masih berada di level 4 (berbahaya dan letusan eksplosif kemungkinan bisa terjadi dalam beberapa jam atau hari ke depan.
"Sebagai pengingat bahwa evakuasi total sebaiknya dilakukan oleh mereka yang berada di area berisiko tinggi dengan radius 14 kilometer dari kawah utama gunung Taal dan di sepanjang sungai Pansipit," ungkap Solidum Jr seperti mengutip Anadolu.
[Gambas:Video CNN]
Pantauan Phivolcs pada Minggu (19/1) pagi hingga Senin mencatat sekitar 23 gempa vulkanik dengan kekuatan magnitudo 1,2 hingga 3,8 mengguncang gunung Taal.
"Kami akan mempelajari apakah gempa dengan magnitudo 4,6 berdampak pada aktivitas gunung dan sebaliknya. Tetapi untuk sekarang, ada pergerakan patahan sehingga membuat magma terdorong ke atas," ungkap Solidum.
Bencana alam kali ini bukan hanya mengancam mata pencaharian, tetapi juga kesehatan warga. Sejumlah pengungsi mulai mengeluhkan gangguan pernapasan seperti pilek dan batuk karena menghirup abu vulkanik.
Gunung Taal yang berada di kota Tagaytay terletak di dekat perairan. Lokasi ini merupakan salah satu destinasi wisata favorit dengan pemandangan alam yang kerap dikunjungi warga Manila. Taal merupakan gunung nomor dua paling aktif di Filipina dan terakhir erupsi pada 1965 yang menewaskan ratusan orang. (anadolu/evn)