KILAS INTERNASIONAL

Abu Sayyaf Culik WNI Lagi sampai Trump Soal Jenderal Iran

CNN Indonesia | Senin, 20/01/2020 07:40 WIB
Abu Sayyaf Culik WNI Lagi sampai Trump Soal Jenderal Iran Kelompok Abu Sayyaf kembali menculik WNI sampai Iran pulangkan jasad korban pesawat Ukraina. (Ilustrasi/Istockphoto/ Sakhorn38)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Mingu (19/1) kemarin. Mulai dari kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina kembali menculik WNI sampai Iran pulangkan jenazah korban pesawat maskapai Ukraine International Airlines. CNNIndonesia.com merangkum sejumlah kejadian tersebut dalam kilas internasional.


1. Kelompok Abu Sayyaf kembali culik WNI

Lima nelayan Indonesia dilaporkan kembali diculik kelompok bersenjata Abu Sayyaf ketika melaut di perairan Lahad Datu, Sabah, Malaysia, Kamis (16/1) pekan lalu.


Arsyad Dahlan (41), La Baa (32), Riswanto Hayono (27), Edi Lawalopo (53), dan Syarizal Kastamiran (29). Kelima nelayan itu berasal dari Indonesia yang bekerja pada perusahaan perikanan yang berpusat di Sandakan, Malaysia.

Seperti yang dikutip dari The Strait Times pada Minggu (19/1), empat pria bersenjata berpakaian serba hitam dilaporkan menyandera lima dari delapan nelayan kapal pukat Malaysia ketika mencari ikan di dekat perbatasan laut Filipina sekitar pukul 20.00 malam waktu setempat.

[Gambas:Video CNN]

2. Trump Pamer Detik-Detik Serangan AS Tewaskan Jenderal Iran

Presiden Donald Trump kembali mengungkap detail baru terkait serangan drone Amerika Serikat yang menewaskan salah satu jenderal berpengaruh di Iran, Qasem Soleimani, pada 3 Januari lalu di Irak.

Detail serangan yang sempat dikhawatirkan memicu konflik terbuka dengan Iran itu diungkapkan Trump kepada para donor partainya, Partai Republik, dalam malam penggalangan dana di resort pribadinya di Mar-a-Lago, Florida, Jumat (17/1).

Trump bercerita bahwa komandan militer AS yang memimpin serangan pesawat tak berawak itu secara langsung melaporkan kepadanya waktu yang tersisa bagi Soleimani dan rombongannya sebelum tewas.

[Gambas:Video CNN]

"Kamera pengintai mengawasi bermil-mil di langit, hitungan mundur, dan kemudian boom!" kata Trump menceritakan saat-saat terakhir Soleimani tewas.

"Mereka (militer AS) berkata Pak Presiden, mereka (rombongan Soleimani) memiliki waktu dua menit dan 11 detik lagi. Mereka sedang berada di mobil lapis baja. Pak mereka punya waktu 30 detik, 10 detik, sembilan, delapan ... lalu tiba-tiba boom!" tuturnya menambahkan.


3. Iran Pulangkan 11 Korban Pesawat Jatuh

Iran memulangkan 11 jasad warga Ukraina yang menjadi korban insiden pesawat Ukraine International Airlines pada 8 Januari lalu. Masyarakat Ukraina pun berduka.

Pesawat itu ditembak jatuh oleh rudal pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) dan menewaskan seluruh 176 penumpang.

[Gambas:Video CNN]

Dikutip AFP, belasan jenazah itu tiba di Kiev, Ukraina, Minggu (19/1). Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Perdana Menteri Oleksiy Goncharuk, bersama sekitar seribu orang lainnya, menghadiri upacara pelepasan sembilan awak pesawat dan dua penumpang yang digelar di Bandara Boryspil Kiev itu.

Zelensky tampak meletakkan bunga di peti mati yang dibungkus bendera Ukraina. Ia juga secara singkat berbicara dengan para kerabat korban. (ayp/ayp)