China Batalkan Festival Perayaan Imlek karena Virus Corona

CNN Indonesia | Kamis, 23/01/2020 20:20 WIB
China Batalkan Festival Perayaan Imlek karena Virus Corona Ilustrasi perayaan Imlek. (AFP PHOTO / YE AUNG THU)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak berwenang China membatalkan semua festival perayaan Imlek berskala besar demi mencegah penyebaran wabah virus corona yang bersumber dari kota Wuhan.

Perayaan Tahun Baru China 2020 awalnya dijadwalkan dari Sabtu 25 Januari hingga 8 Februari.

Biro Kebudayaan dan Pariwisata Beijing mengatakan kebijakan itu dibuat untuk mencegah penularan virus yang sampai saat telah menewaskan 17 orang.

"Untuk melindungi kehidupan dan kesehatan masyarakat, mengurangi kerumunan massa dan memastikan orang-orang dapat melewati Imlek dengan damai dan harmonis, diputuskan untuk membatalkan semua acara berskala besar, termasuk pameran kuil di Beijing pada hari ini," kata Biro Kebudayaan dan Pariwisata Beijing dalam sebuah pernyataan, Kamis (23/1) seperti dikutip dari CNN.


Biro Kebudayaan berharap warga mendukung keputusan tersebut karena hal ini merupakan bagian dari tindakan pencegahan.

"Kami akan memberi tahu bila ada perubahan kebijakan kemudian. Dan berharap semua warga menikmati Imlek," kata pernyataan itu.

[Gambas:Video CNN]

Pemerintah China sebelumnya juga telah memutuskan menutup seluruh akses masuk dan keluar Kota Wuhan. Mereka menghentikan layanan transportasi darat, perairan serta udara dari dan menuju kota tersebut. Dua kota tak jauh dari Wuhan juga telah ditutup.

Pusat pengendalian penyebaran virus corona di China menyatakan mereka memerintahkan pemerintah Wuhan untuk menutup seluruh pelabuhan, terminal, bandara, dan stasiun mulai pukul 10.00 waktu setempat. Mereka juga memerintahkan seluruh warga Wuhan tidak beraktivitas di luar ruang terlebih dulu.

Pemerintah mewajibkan para penduduk mengenakan masker jika terpaksa berada di luar ruang. Akibat penutupan tersebut, proses kualifikasi atlet cabang olahraga tinju untuk Olimpiade Tokyo 2020 di Wuhan terpaksa dibatalkan.

Wuhan merupakan kota terbesar di kawasan tengah China dan menjadi salah satu titik penghubung transportasi. Sampai saat ini dilaporkan jumlah orang yang terinfeksi virus corona di China mencapai 570 orang.

Penyebaran virus corona menyerupai SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang menewaskan hampir 650 orang di daratan China dan Hong Kong pada 2002-2003 lalu.

Kasus penyebaran virus corona pertama kali dikonfirmasi pada 31 Desember lalu. Selain menginfeksi orang-orang di China, virus corona terdeteksi di Jepang, Hong Kong, Macau, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Amerika Serikat. (dea)