Gara-gara Virus Corona, China Perpanjang Libur Imlek

CNN Indonesia | Senin, 27/01/2020 10:08 WIB
Gara-gara Virus Corona, China Perpanjang Libur Imlek Pencegahan virus corona di beberapa bandara. (STR / YONHAP / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah China akan memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek hingga 2 Februari mendatang. Dewan Negara pada Senin (27/1) mengatakan keputusan itu dilakukan untuk mencegah dan mengurangi penyebaran virus corona yang telah menginfeksi ribuan orang.

Liburan Imlek ini biasanya dimanfaatkan warga untuk bepergian ke berbagai negeri untuk mengunjungi keluarga. Awalnya liburan tersebut dijadwalkan selesai Kamis (30/1).

Dikutip dari AFP, hingga kini virus mematikan tersebut telah menewaskan 80 orang.

Kematian terbaru dilaporkan di Provinsi Hubei, yakni sebanyak 24 orang. Sementara total kasus yang dikonfirmasi secara nasional naik tajam menjadi 2.744.


Pihak berwenang China juga telah memberlakukan kebijakan isolasi untuk melawan penyebaran virus corona. Di antaranya adalah menghentikan layanan bus luar kota dan melarang perdagangan daging hewan liar di beberapa provinsi.

[Gambas:Video CNN]


Secara khusus, China juga telah mengisolasi Provinsi Hubei, khususnya daerah Wuhan yang diduga merupakan tempat asal virus corona.

Pemerintah Daerah Shanghai menghentikan seluruh layanan bus yang masuk atau ke luar kota.

Sebagai langkah mitigasi terhadap virus corona, China juga memerintahkan pelarangan sementara perdagangan hewan liar. Virus corona diduga tersebar melalui daging hewan liar seperti kelelawar dan ular.
 
Pemerintah melarang masyarakat China untuk memelihara, mengangkut, atau menjual spesies hewan liar dari tanggal pemberlakuan aturan hingga situasi epidemi nasional berakhir.

China juga mengeluarkan pembatasan perjalanan drastis. Presiden Xi Jinping menyebut virus corona sebagai ancaman serius. Virus corona juga menyebar ke berbagai negara.

Disneyland China dan Hong Kong ikut terkena dampak penyebaran virus Corona. Kedua tempat wisata itu telah ditutup sementara waktu. Pada Sabtu (25/1), pemerintah setempat telah menetapkan status darurat terkait virus tersebut. (dea)