Kilas Internasional

China Perluas Isolasi hingga Disneyland Hong Kong Tutup

CNN Indonesia | Senin, 27/01/2020 06:38 WIB
China Perluas Isolasi hingga Disneyland Hong Kong Tutup China akan memperluas isolasi hingga ke Beijing untuk mencegah penyebaran virus corona. (Hector RETAMAL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Minggu (26/1). Mulai dari China akan memperluas isolasi hingga ke Beijing untuk mencegah penyebaran virus corona hingga tempat wisata Disneyland di Hong Kong ditutup akibat wabah virus itu.

1. China Bakal Perluas Isolasi hingga ke Beijing Cegah Corona

Otoritas China memberlakukan kebijakan isolasi untuk melawan penyebaran virus corona. Di antaranya adalah menghentikan layanan bus luar kota dan melarang perdagangan daging hewan liar di beberapa provinsi.

Secara khusus, China juga telah mengisolasi Provinsi Hubei, khususnya daerah Wuhan yang diduga merupakan tempat berasalnya virus corona.

Dilansir dari AFP, Minggu (26/1), Pemerintah Daerah Shanghai menghentikan seluruh layanan bus yang masuk atau ke luar kota. Kebijakan ini guna mendukung pihak otoritas China yang memblokir penyebaran virus corona.


2. Jumlah Kematian Akibat Virus Corona Meningkat Jadi 56 Korban

Pemerintah Hubei, China, mengungkap korban meninggal dunia akibat wabah virus corona meningkat menjadi 56 pada Minggu (26/1). Sementara, jumlah kasus yang terinfeksi mendekati 2.000 orang.

[Gambas:Video CNN]

Mengutip AFP, 13 korban meninggal dunia di Hubei tercatat dalam kasus kematian terbaru, sementara satu korban meninggal dunia di Shanghai. Ini merupakan kasus kematian pertama di Shanghai akibat virus corona.

3. Wabah Virus Corona Meningkat, Disneyland Hong Kong Ditutup

Tempat wisata Disneyland di Hong Kong diumumkan tutup mulai Minggu (26/1) sampai batas waktu yang belum ditentukan, menyusul penyebaran virus Corona dari China. Pada Sabtu (25/1), pemerintah setempat telah menetapkan status darurat terkait virus tersebut.


Pihak Disneyland Hong Kong mengatakan mereka mengambil langkah untuk melindungi 'kesehatan dan keamanan pengunjung dan para karyawan'. Mereka juga menyebut akan mengembalikan uang pengunjung yang sudah membeli tiket sejak jauh-jauh hari. (dea)