Dilansir CNN, pemerintah Hong Kong sejak 23 Januari lalu telah mengubah lokasi liburan tersebut menjadi pusat karantina untuk menampung orang yang terinfeksi virus corona.
Sebuah pos pemeriksaan didirikan di pintu masuk area taman nasional yang tenang untuk memantau orang-orang yang masuk dan keluar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pemerintah China juga telah mengubah Lei Yue Mun Park dan sebuah bangunan di kota Fanling untuk menjadi pusat karantina orang yang diduga terinfeksi virus corona.
"Untuk mengatasi kebutuhan karantina di masa depan, Departemen Kesehatan telah menghubungi pengelola desa wisata di bawah organisasi non-pemerintah lain sebagai tempat potensial sebagai pusat karantina," tulis pemerintah Hong Kong dalam pernyataannya.
[Gambas:Video CNN]
Hanya saja, rencana pemerintah untuk membuat pusat karantina mendapat protes keras dari warga di kota Fanling. Ratusan warga melayangkan protes keras hingga melemparkan bom molotov sebagai bentuk kekecewaan pembangunan pusat karantina di Fanling, daerah yang berbatasan dengan China.
Bangunan apartemen tidak berpenghuni itu rencananya akan diubah dan digunakan sebagai pusat karantina sementara warga yang diduga terinfeksi virus corona.
Hingga saat ini Hong Kong telah mengonfirmasi delapan kasus penyebaran virus corona.
Kementerian Kesehatan Hong Kong mengatakan hingga Senin (27/1) siang ada 107 orang yang sedang dikarantina dan 77 kasus terduga virus corona.
Pemerintah mencatat 2.000 orang telah terinfeksi virus corona di China. Penyebaran virus corona hingga kini telah mencakup Amerika Serikat, Prancis, Australia, Thailand, Filipina, dan Singapura. (cnn/evn)