RI Ungkap Alasan Belum Keluarkan Travel Warning ke China

CNN Indonesia | Selasa, 28/01/2020 12:17 WIB
RI Ungkap Alasan Belum Keluarkan Travel Warning ke China Penyebaran virus corona di China. (Hector RETAMAL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah belum mengeluarkan peringatan atau travel warning ke China dalam menyikapi penyebaran virus corona karena masih menunggu rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menurut dia, pihaknya bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Luar Negeri baru membahas kemungkinan penerbitan travel warning ke China setelah WHO mengeluarkan rekomendasi.

"Patokannya adalah rekomendasi WHO. Nanti, kalau WHO sudah merekomendasikan sesuatu, baru kami bersama Menkes dan Menlu akan membahas tentang kemungkinan-kemungkinan lain," kata Budi kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (28/1).

Dia menerangkan bahwa pemerintah hanya mengimbau agar masyarakat menghindari kunjungan ke Kota Wuhan, China sejauh ini. Kata dia, langkah tersebut diambil karena baru Wuhan yang diidentifikasi sebagai wilayah penyebaran virus corona.


[Gambas:Video CNN]

"Menkes jelas menyatakan saat ini hanya Wuhan yang diidentifikasi sebagai daerah yang harus dihindari dan Wuhan juga menutup. karena itu, kita tidak ke Wuhan dan dari Wuhan tidak ke kita (Indonesia)," tuturnya.

Sejumlah negara seperti Prancis, Jerman, hingga Amerika Serikat mengeluarkan imbauan bagi warga untuk menunda kunjungan ke China. Tak hanya itu, Prancis dan Amerika Serikat berencana mengevakuasi warganya keluar dari Wuhan.

Korban meninggal akibat virus corona di China terus naik hingga mencapai 106 orang. Sementara jumlah kasus terbaru dikonfirmasi hampir 1.300.

Dikutip dari AFP, di Provinsi Hubei, sebanyak 24 orang dilaporkan meninggal, dan 1.291 terinfeksi. Dengan demikian, total kasus yang dikonfirmasi secara nasional naik drastis menjadi lebih dari 4.000.

Komisi Kesehatan Hubei mengungkapkan penularan terpantau tetap berasal dari ibu kota Provinsi Hubei, Wuhan. (mts/dea)